Phnom Penh, Aktual.com – Perdana Menteri (PM) Kamboja Samdech Techo Hun Sen mengatakan pertemuan para pemimpin ASEAN dengan perwakilan parlemen ASEAN membahas kemajuan pembangunan, cara mengatasi tantangan, dan bekerja sama untuk membangun ketahanan bersama.

“Sebagai ketua ASEAN tahun 2022 yang mengusung slogan ASEAN: Mengatasi Tantangan Bersama, Kamboja telah menetapkan prioritas untuk memastikan efektivitas ASEAN dalam mempercepat pemulihan dan memajukan pertumbuhan ekonomi keberlanjutan, inklusif, dan kuat,” kata Hun Sen.

PM Kamboja itu berbicara pada pertemuan para pemimpin ASEAN dengan perwakilan ASEAN Inter-Parliament Assembly (AIPA) dalam rangkaian KTT ke-40 dan ke-41 ASEAN di Hotel Sokha, Phnom Penh, Kamboja, Kamis (10/11).

ASEAN telah mendorong langkah-langkah penerapan lima poin strategis dalam ASEAN Comprehensive Recovery Framework.

Untuk memulihkan dan mempromosikan pembangunan Komunitas ASEAN, Kamboja telah menetapkan empat titik strategis di bawah Pilar Masyarakat Ekonomi ASEAN, termasuk pertama, meningkatkan konektivitas digital, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

“Kedua, mempersempit kesenjangan pembangunan untuk daya saing ASEAN. Ketiga, mendorong ASEAN yang lebih terintegrasi, inklusif, tangguh, dan berdaya saing. Keempat, ASEAN global untuk pertumbuhan dan pembangunan,” ujar Hun Sen.

Selain itu, untuk mempercepat pengurangan kesenjangan pembangunan antaranggota ASEAN,  perhimpunan 10 negara di Asia Tenggara itu juga telah mendorong transformasi digital ASEAN.

Transformasi tersebut diyakini merupakan modal untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan ketahanan rantai pasok regional serta meningkatkan usaha mikro, kecil, dan menengah.

“Mengadopsi teknologi digital dengan menetapkan tata kelola umum dan infrastruktur digital,” kata dia.

Kamboja, ujar Hun Sen, juga telah menyediakan berbagai upaya untuk mendukung rencana aksi inisiatif pengenalan yang bertujuan untuk mendorong pengembangan kewirausahaan bagi perempuan dan pemuda.

“Kami juga telah secara resmi meluncurkan perjanjian kerangka kerja ASEAN tentang persaingan,” ujarnya.

Peningkatan perdagangan ASEAN dan upaya mendorong implementasi perjanjian perdagangan bebas, termasuk perjanjian RCEP (Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional), juga menjadi prioritas.

Upaya tersebut diyakini penting untuk meningkatkan arus perdagangan regional dan ketahanan rantai pasokan regional serta mendorong pembangunan sosial ekonomi.

Sementara itu, Hun Sen menyebutkan nilai, kesadaran, dan identitas ASEAN sebagai prioritas Kamboja dalam memajukan Komunitas Sosial Budaya ASEAN     .

ASEAN, kata dia, antara lain akan mengambil pendekatan seluruh masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai ASEAN, kesadaran, dan identitas di antara masyarakat ASEAN melalui pendidikan, pemuda, pemberdayaan perempuan, olahraga, dan budaya.

“Kami akan lebih memperkuat kapasitas kelembagaan dan pengembangan sumber daya manusia Masyarakat Sosial Budaya ASEAN melalui adopsi dan penggunaan teknologi dan inovasi digital,” ujar dia.

ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara) beranggotakan 10 negara, yaitu Indonesia, Kamboja, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam, Laos, Myanmar, dan Vietnam.

(As'ad Syamsul Abidin)