Bambang Widjojanto menyatakan ada tiga hal yang harus dilakukan KPK. Pertama, penyidik KPK harus memitigasi risiko dari seluruh tugas yang dilakukan. Kedua, pengawalan kepada setiap penyidik KPK dan ketiga keterlibatan masyarakat untuk membantu mengawal penyidik KPK di lingkungan rumahnya. AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Polemik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga kini terus bergulir meski pun DPR telah menetapkan Irjen Firli Bahuri sebagai pimpinan baru KPK.

Menanggapi hal tersebut mantan komisioner KPK, Bambang Widjojanto mengatakan bahwa saat ini KPK, sedang diluluhlantakkan dan diporakporandakan.

“KPK diluluhlantakkan. Indikasi bau sangit kolusif pemilihan Capim KPK terasa menyengat. Parade keponggahan dipertontonkan secara seronok,” katanya, Ahad (15/9).

“Calon yang oleh KPK dituduh nir-integritas dan tak mampu mengoptimalkan upaya pemberantasan korupsi KPK justru sengaja dipilih jadi komisioner KPK oleh parlemen setelah diusulkan Presiden,” tambahnya.

Dikatakan BW sapaan Bambang, bahwa tuduhan miring terhadap DPR dan presiden terkait proses pemilihan capim KPK perlu diklarifikasi.

“Inikah awal proses pembusukan yang kelak potensial menghancurkan kehormatan KPK?. Ada banyak tuduhan miring pada parlemen dan presiden yang bersekutu dengan kuasa kegelapan berkaitan dengan proses pemilihan capim KPK yang perlu diklarifikasi. Pertanyaannya, fit and proper capim KPK itu, proses pemilihan atau pengukuhan, seleksi atau justifikasi atas calon yang sudah disepakati?” paparnya.

(Abdul Hamid)