Denpasar, Aktual.com – Surat ancaman bom bunuh diri dan akan melakukan penyerangan ke sejumlah tempat, dikirim ke Kantor Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, Senin (18/1).

Kapolres Buleleng, Ajun Komisaris esar Hery Haryadi Bajuri, mengaku surat tersebut diterima oleh pegawai kecamatan sekira pukul 08.30 WITA.

Hanya saja, kata Hery, informasi dari saksi-saksi di lapangan terjadi simpang siur mengenai siapa yang mengantar surat ancaman tersebut. “Tadi pukul 08.30 WITA informasinya. Tapi siapa yang mengantar surat itu masih simpang siur. Satu saksi bilang diantar motor, ada saksi lainnya cerita beda,” ungkap Hery saat dihubungi wartawan.

Untuk memperjelas ciri-ciri pengirim surat, Hery mengaku saksi-saksi kini tengah dimintai keterangan. “Ya, saksi tengah dimintai keterangan sekarang,” katanya.

Informasi yang beredar, selain Kantor Camat Kubutambahan, Buleleng, Kantor Kepala Desa Kalibukbuk Singajara juga diinfokan diancam serupa yakni berupa teror berupa ancaman bom melalui surat yang menyatakan siap meledakkan diri dan serangan ke pusat perbelanjaan, perkantoran, dan pusat wisata di Bali.

Surat ancaman bom meledakkan diri dan serangan ke sejumlah tempat itu ditulis huruf besar semua yang diawali tulisan arab. Berikut isi surat surat ancaman bom tersebut:

KEPADA SELURUH KEPALA WILAYAH KOTA DISEBUTKAN

ALLAH’U AKBAR ALLAH’U AKBAR
KAMI ANGGOTA JARINGAN TEROR BOM SARINAH
KAMI SUDAH MASUK BALI
KAMI ANGGOTA SUDAH ADA DI DENPASAR & SINGARAJA

SETELAH BOM SARINAH KAMI SIAP LEDAKKAN KOTA INI DENGAN NAMA ALLAH KAMI TEROR BOM & SERANGAN PUSAT PERBELANJAAN, PERKANTORAN & PUSAT WISATA

KAMI TIDAK MAIN – MAIN

KAMI SIAP LEDAKKAN DIRI

()

()