Jakarta, Aktual.co — Kepolisian Resor Sukoharjo masih melakukan penyelidikan kasus pembunuhan satu keluarga di Dukuh Ngesong Kelurahan Puhgogor RT 2 RW 2 Bendosari, Selasa (21/10).
Menurut Kepala Polres Sukoharjo AKBP Andi Rifai melalui Kasubag Humas AKP Joko Sugiarto, peristiwa kasus pembunuhan keluarga Lurah Puhgogor Sukoharjo tersebut diketahui pertama oleh warga sekitar sekitar pukul 06.45 WIB.
Warga menemukan tiga korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa di rumah Lurah Puhgogor tersebut yakni. Sapto Handoko (49), istrinya Titik Suryani (40), dan anaknya Putra Dwi Pangestu (11) siswa SD kelas lima, sedangkan satu anaknya Deni selamat karena tidak ada di rumah.
Joko Sugiarti menjelaskan, warga menemukan pertama kali jasad Sapto Handoko dalam kondisi gantung diri di sebuah pintu rumah di ruang garasi.
Warga curiga terhadap Sapto yang dalam kondisi seperti berdiri di pintu garasi, padahal dia ini harus menggunakan alat bantu jalan karena cacat. Warga kemudian melaporkan itu, ke Polsek setempat untuk melakukan pemeriksaan ke lokasi.
Polisi kemudian juga menemukan dua mayat lagi yakni istri Sapto, Titik Suryani dan anaknya Putra terbujur kaku di ruang keluarga depan televisi. Dua korban itu, kondisi tewas dengan ditemukan luka di bagian kepala bekas pukulan benda tumpul dan ada bekas cekikan di lehernya.
“Kami juga menemukan sebuah balok kayu diduga untuk menghabisi nyawa istri dan anak Sabto, serta seuntas tali plastik di lokasi kejadian,” ungkapnya.
Pihaknya setelah melakukan olah di tempat kejadian perkara, ketiga mayat tersebut langsung dibawa ke RS Moerwardi Solo untuk diotopsi.
Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan terkair kasus tersebut, tetapi dugaan sementara Sapto Handoko mengalami depresi berat sehingga dia nekat menghabisi nyawa istri dan satu anaknya, sebelum dia bunuh diri dengan cara menggantung di pintu.
Menurut Joko Sugiarto, polisi menemukan sejumlah kertas tulisan pengakuan Sapto Handoko yang meminta maaf karena membunuh istri dan anaknya. Setelah itu, dia mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri.

()

()