Dubai, Uni Emirat Arab, Aktual.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan Indonesia sukses membuka banyak peluang peningkatan ekonomi nasional, termasuk memperoleh potensi perdagangan dan investasi sebesar 34,88 miliar dolar AS, dari sejumlah forum bisnis yang diselenggarakan dalam pergelaran Expo 2020 Dubai di Uni Emirat Arab.

Expo 2020 Dubai yang merupakan pameran miniatur negara-negara di dunia, resmi berakhir pada Kamis (31/3) 2022 sekaligus menandai ditutupnya Paviliun Indonesia pada ajang prestisius lima tahunan tersebut.

“Enam bulan ajang Expo 2020 Dubai telah memberi kesempatan bagi Indonesia memamerkan potensi bangsa yang kita miliki dan cukup banyak capaian yang sukses kita raih. Kita juga patut berbangga karena ajang ini juga membuka mata orang-orang dari seluruh dunia berkunjung ke negeri yang kaya akan budaya dan keindahan alam,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag sekaligus Komisioner Jenderal Paviliun Indonesia Didi Sumedi di Dubai, Uni Emirat Arab, Kamis.

Ia menjelaskan berbagai capaian tersebut berkat diselenggarakannya kegiatan-kegiatan inovatif di Paviliun Indonesia selama 26 pekan dalam keikutsertaan di Expo 2020 Dubai.

Paviliun Indonesia, kata dia, sukses menampilkan peluang investasi melalui sebanyak 193 kegiatan, seperti forum bisnis, “one-on-one meeting”, dan seminar kepada pasar Timur Tengah dan dunia.

Selain itu, telah dipamerkan lebih dari 650 produk Usaha Kecil Menengah (UKM) sehingga membuat produk lokal Indonesia semakin dikenal dan mampu menggencarkan ekspor.

Ada juga aneka pertunjukan budaya yang ditampilkan setiap harinya untuk menambah kesemarakan dan membuat pengunjung dari belahan dunia semakin tertarik pada Indonesia.

Ia merinci partisipasi Indonesia di Expo 2020 Dubai telah menghasilkan pencapaian yang luar biasa, mulai dari transaksi dan pesanan potensial sebesar 2 miliar dolar AS yang berasal dari kegiatan forum bisnis dan “business matching”.

Saat kunjungan Presiden Jokowi pada 4 November 2021 juga telah ditandatangani 19 perjanjian kerja sama bisnis dan investasi senilai 32,7 miliar dolar AS dalam skema business to business (B2B) maupun government to government (G2G).

Kesepakatan tersebut difokuskan pada promosi investasi nasional, perpajakan, kerja sama antara bank sentral, validasi vaksin, penyediaan platform digital untuk memfasilitasi mobilitas, pariwisata, pelatihan bersertifikat dan progresif untuk awak kapal, pelatihan pendidikan dan diplomat, serta pengelolaan hutan bakau.

Perjanjian bisnis lainnya yang berhasil Indonesia dapatkan dalam “business matching” adalah penandatanganan empat nota kesepahaman atau MoU pada November 2021 melalui kegiatan misi dagang senilai 180 juta dolar AS untuk produk perhiasan emas selama satu tahun.

Selain itu, terdapat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk proyek konstruksi di Uni Emirat Arab dan pemasaran produk sawit Indonesia di kawasan Timur Tengah.

Tidak hanya itu, para investor Timur Tengah dan negara lainnya juga tertarik dengan proyek Ibu Kota Negara(IKN), pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan infrastruktur, energi terbarukan, bidang pertanian, pendidikan dan kebudayaan, serta teknologi komunikasi dan informatika yang banyak menarik peluang investasi.

Sehari sebelum penutupan Paviliun Indonesia, Indonesia juga menandatangani kesepakatan bisnis dengan Lulu Hypermarket yang diharapkan dapat membantu industri kecil dan UKM, khususnya terkait produk halal Indonesia untuk terus menggencarkan ekspor ke pasar Timur Tengah.

Pada hari penutupan sendiri, Paviliun Indonesia juga berhasil menandatangani MoU kerja sama strategis antara EGA dan INALIUM, yakni perusahaan manufaktur besar UAE dan Indonesia.

Paviliun Indonesia ditutup dengan kemeriahan pertunjukan budaya. Berbagai pencapaian Indonesia dari peletakan batu pertama dan kegiatan selama 26 minggu pergelaran Expo 2020 Dubai ditampilkan dalam video kaleidoskop.

Pertunjukan budaya yang ditampilkan mulai dari tari Jaipong dan tari Bali Pesona yang dibawakan oleh Kemenparekraf. Selain itu, Paviliun Indonesia juga diramaikan oleh beragam tarian dan lagu daerah.

“Ditutupnya Paviliun Indonesia menjadi tanda bahwa kita semua telah berhasil menjalankan amanat memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Kami berharap segala pencapaian yang telah dicapai dapat semakin memperluas peluang Indonesia memajukan ekonomi bangsa,” demikian Didi Sumedi.

(Antara)

(As'ad Syamsul Abidin)