Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mencatat potensi perikanan darat di kabupaten tersebut hingga kini belum tergarap maksimal.
“Lahan yang berpotensi untuk pengembangan budidaya perikanan darat yang dimiliki Pesisir Selatan saat ini seluas 1.190 hektare, namun baru sekitar 165 hektare yang tergarap,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pesisir Selatan Yozky Wandri, di Painan, Minggu (26/10).
Lahan tersebut tersebar di 12 dari 15 kecamatan dengan areal terluas terdapat di Kecamatan Koto XI Tarusan yakni 320 hektare dan Ranah Pesisir 250 hektare.
Dari 320 hektare yang ada di Koto XI Tarusan, baru sekitar 35 hektare yang dimanfaatkan, sedangkan di Ranah Pesisir dari luas 250 hektare, hanya sekitar 20 hektare yang sudah dimanfaatkan untuk perikanan darat jenis tambak.
Khusus Koto XI Tarusan, masyarakat memanfaatkan untuk budidaya ikan bandeng dan udang. Usaha tersebut sudah dilakukan sejak 2009 dengan produksi pada 2012 sekitar 2.000 ton.
Masyarakat mengusahakan ikan bandeng karena memiliki pangsa pasa yang banyak dan berguna bagi pengusaha penangkap ikan tuna untuk pemenuhan kebutuhan umpan. Melihat bagusnya prospek usaha budidaya ikan tersebut, pemkab setempat pada 2012 melalui dinas terkait melakukan penambahan jumlah tambak dari yang ada sebelumnya.
Firdaus (45), seorang pemilik usaha perikanan darat di kabupaten itu, membenarkan luasnya potensi lahan perikanan darat yang dimiliki kabupaten itu. Selain di Koto XI Tarusan dan Ranah Pesisir, lahan budidaya perikanan darat juga terdapat di Bayang, Bayang Utara, Sutera dan lainnya.
Khusus di Kecamatan Bayang Utara, luas lahan air tawar yang dimiliki mencapai 150 hektare. Hingga kini, dari luas lahan tersebut hanya sekitar 10 persen yang baru tergarap oleh masyarakat untuk budidaya berbagai jenis ikan air tawar seperti gurame, nila dan lainnya.
Namun untuk pengembangan usaha budidaya ikan tersebut, masyarakat seringkali mengalami kendala minimnya modal yang dimiliki, baik untuk pembuatan kolam, tambak maupun untuk pembelian bibit ikan unggul dan pakan ikan.
Selain itu, petani ikan juga mengalami kendala sulitnya untuk mendapatkan bibit unggul ikan air tawar. Kesulitan benih ikan tersebut tidak saja terdapat pada satu ikan, tetapi pada semua jenis ikan air tawar yang diusahakan masyarakat.
Karena pentingnya benih unggul ikan tersebut sehingga untuk memenuhi kebutuhan, petani harus memasok dari daerah lain, yang jaraknya cukup jauh.

()