Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum DPP PPP hasil muktamar VIII Surabaya, Muhammad Romahurmuziy mengapresiasi para menteri Kabinet Kerja yang diumumkan Presiden Joko Widodo di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10).
Menurut Romahurmuziy, Kabinet Kerja yang diumumkan Presiden Jokowi merepresentasikan namanya yakni berorienstasi profesionalitas dan pengalaman yang sangat terlihat, baik personalia dari partai politik maupun dari non-partai politik.
Kedua, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla konsisten untuk menciptakan pemerintahan yang bersih sejak awal pembentukan kabinet.
“Saya tahu persis pengumuman kabinet tertunda dari jadwal yang ditetapkan semula pada 21 Oktober, karena konsistensi joko Widodo atas pelibatan KPK dan PPATK dalam penilaian ‘kebersihan’ para calon menteri,” kata dia.
Menurut dia, beberapa nama calon menteri memang menjadi merah telinganya karena merasa tidak pernah ada masalah, tapi kenapa dimasalahkan.
“Namun, hal itu biarlah menjadi eposide lain untuk didiskusikan,” kata dia.
Menurutnya, keterlibatan KPK dan PPATK itu menjadi pakem bagi presiden dan beliau konsisten.
Jokowi, kata dia, memilih modernisasi dengan meletakkan figur-figur kreatif dan akomodatif dalam berbagfai persoalan sesuai dengan bidangnya tanpa kehilangan ketegasan.
Bagi PPP, kata dia, meskipun hanya satu kader yang diakomodasi menjadi menteri yakni Lukman Hakim Saifuddin, tapi menyadari bergabungnya PPP ke Koalosi Indonesia Hebat memang baru saja yakni setelah muktamar VIII di Surabaya, pada 15-17 Oktober 2014.
PPP, kata dia, menyampaikan terima kasih atas ditempatkannya Ketua Majelis Pakar PPP Lukman Hakim Saifduddin sebagai menteri agama.
“Kami meyakini kualifikasi kader yang kami ajukan Insya Allah memenuhi janji Jokowi untuk mewujudkan bangsa yang berkepribadian dan berbudi luhur,” kata dia.
Pada kesempatan tersebut, Romahurmuziy juga meminta kepada masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada pemerintahan Presiden Jokowi untuk bekerja.
Menurut dia, masyarakat jangan menagih janji 100 hari pertama, karena itu tidak ada relevansinya. Hal yang penting adalah memastikan apakah program-program yang dijanjikan terwujud.

()

()