19. Inspektur Utama BGN Brigadir Jenderal (Purn) Jimmy Alexander Adirman
Dia lahir di Medan pada 1966. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Krisna Dwipayana Bekasi pada 2011. Sebelum menjabat sebagai Inspektur Utama Badan Gizi Nasional, ia memiliki rekam jejak di lingkungan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, antara lain sebagai Ses Ditjen Kuathan, Direktur Materiil, serta analis kebijakan di bidang audit sistem pertahanan siber. Ia juga merupakan Purnawirawan TNI AD dengan pengalaman di berbagai satuan strategis seperti Kostrad, Markas Besar TNI Angkatan Darat, dan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan. Pengabdiannya yang luas mencerminkan komitmennya terhadap tata kelola dan pengawasan yang profesional.
20. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Mayor Inf (Purn) Agus Harimurti Yudhoyono
Dia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 2000 yang saat ini menjabat sebagai Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, sebelumnya ia merupakan Menteri ATR/BPN. Selain itu, pria yang akrab disapa AHY juga menjabat Ketua Umum Partai Demokrat.
21. Kepala Basarnas Marsekal Muda Mohammad Syafii
Dia menjabat sebagai Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas). Sebelumnya Syafii merupakan sebelumnya menjabat Asisten Personalia (Aspers) Panglima TNI sejak 2024.
22. Penasihat Khusus Presiden bidang Kesehatan Letnan Jenderal (Purn) Terawan Agus Putranto
Dia merupakan eks Menteri Kesehatan era Jokowi yang kini menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Kesehatan. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto. Selain itu, ia juga dipercaya sebagai Ketua Tim Dokter Kepresidenan pada 2009-2019.
23. Wakil Menteri Sekretaris Negara Marsekal Muda (Purn) Bambang Eko
Dia ditunjuk Prabowo sebagai Wakil Menteri Sekretaris Negara, dirinya menyelesaikan Sekolah Perwira pada 1987. Dirinya juga pernah menjabat sebagai Kepala Biro Hukum Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Karo Hukum Setjen Kemhan), hingga dilantik sebagai Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Sosial.
24. Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional Mayor Jenderal (Purn) Dadang Hendra Yuda
Dia sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan.
25. Direktur Utama BPJS Mayor Jenderal (Purn.) Priharti Pujowaskito
Dia dikenal sebagai dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan sekaligus purnawirawan TNI berpangkat Mayor Jenderal. Dia lahir di Solo, 29 Maret 1967, dan memiliki latar belakang pendidikan militer serta akademik kedokteran yang kuat, termasuk studi di Universitas Sebelas Maret dan pendidikan spesialis jantung di Universitas Airlangga.
BUMN
1. Komisaris Independen PT Timah Tbk Mayor Jenderal TNI (Purn.) M. Hita Tunggal
Dia merupakan lulusan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STT AL) dengan gelar Sarjana Teknik Manajemen Industri yang diperolehnya pada 1995. Dia pernah menjabat sebagai Kepala Biro Umum Settama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada periode 2018–2019; Staf Khusus Panglima TNI pada tahun 2019–2020; dan pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan dan Operasional PT Kawasan Industri Medan (Persero) periode 2021-2025.
2. Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Letnan Jenderal TNI (Purn.) Glenny Kairupan
Dia merupakan pria kelahiran 11 Februari 1949 di Manado. Glenny menempuh pendidikan S1 di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma dan S2 Filosofi di American World University. Sebelum menjadi direktur utama, Glenny mengemban jabatan sebagai Komisiaris PT Garuda Indonesia (2024-2025). Dia juga pernah mengemban berbagai jabatan seperti Staf Intel Dewan Penegakan Keamanan dan Sistem Hukum Departemen Pertahanan Keamanan; Komandan Resor Militer (Danrem) 073/Makutarama – Salatiga, Jawa Tengah; dan Wakil Komandan Resor Militer (Danrem) 164/Wiradharma – Dili, Timor-Timur.
3. Anggota Dewan Pengawas Independen Perum DAMRI Brigjen TNI (Purn) Anwar Ende
Dia lahir di Makassar pada 19 Maret 1950 dan menjalani tugas militer selama 31 tahun. Dengan jabatan terakhir sebagai Komandan Pusat Intelijen Angkatan Darat periode 2004-2006.
4. Komisaris Utama PT Hutama Karya (Persero) Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono
Dia lahir di Madiun, 26 November 1965 yang menjadi Panglima TNI pada 2022–2023. Sebelumnya dia menjabat Kepala Staf Angkatan Laut (2020–2022); Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (2019-2020); Panglima Komando Armada I (2018–2019); dan berbagai jabatan di lingkungan TNI Angkatan Laut, termasuk Komandan Lantamal; Komandan Satuan Kapal; serta berbagai posisi di Markas Besar TNI AL dan Komando Armada.
5. Komisaris PT Telkom Indonesia Mayor (Purn.) Ossy Dermawan
Sebelum bergabung dengan Telkom, dia menjabat sebagai Direktur Eksekutif Museum SBY*Ani sejak 2020; Manajer Klub Bola Voli LavAni sejak 2019; serta Staf Pribadi Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono sejak 2018. Sebelumnya, dia juga pernah menjadi Asespri Presiden ke-6 selama periode 2014–2018.
6. Direktur Utama Antam Letnan Jenderal TNI Kehormatan Untung Budiharto
Dia lulus dari Akademi Militer pada 1988. Sepanjang karier militernya, dia telah mengemban berbagai jabatan, antara lain Panglima Komando Daerah Militer Jaya; Staf Khusus Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI); Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT); serta Direktur Operasi dan Latihan di Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Dia juga pernah bertugas sebagai Kepala Staf Kodam I/Bukit Barisan; Wakil Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Darat (Waasops Kasad); serta Inspektur Daerah Militer XVIII/Kasuari.
7. Komisaris Independen PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Mayor Jenderal TNI (Purn.) Rusmanto
Dia merupakan pria yang lahir di Yogyakarta, 10 Desember 1957. Dia menempuh sejumlah pendidikan militer dimulai dari AKABRI Darat pada 1983; dilanjutkan dengan Seskoad pada 1996; Sesko TNI pada 2002; serta Lemhanas Republik Indonesia, PPSA XVIII pada 2012. Pada 2013 lalu, dia dipercaya sebagai Direktur Perhubungan TNI Angkatan Darat; kemudian dilanjutkan sebagai Koordinator Staf Ahli Kepala Staf TNI Angkatan Darat pada 2014. Di tahun yang sama hingga 2015, ia dipercaya sebagai Staf Khusus Kepala Staf TNI Angkatan Darat; pada 2015 hingga 2016, dia ditunjuk sebagai Staf Ahli Menteri Pertahanan Republik Indonesia Bidang Sosial.
Artikel ini ditulis oleh:
Tino Okt




















