Jakarta, Aktual.com — Pelajar Muslim Amerika, Mohamed Ahmed, yang ditangkap karena membawa sebuah jam buatan sendiri ke sekolah, telah bertemu Presiden AS, Barack Obama untuk kedua kalinya di Gedung Putih.

Mohamed mengirimkan pesan terhadap menilai orang dari cara mereka memandangnya.

“Jangan menilai seseorang dengan cara mereka melihat. Selalu menilai mereka dengan hati mereka,” demikian kata Mohamed, dilansir dari laman OnIslam, Selasa (20/10).

Presiden Obama mengundang siswa Muslim tersebut untuk datang ke Gedung Putih.

“Jam keren, Ahmed. Ingin membawanya ke Gedung Putih?. Kita harus menginspirasi lebih banyak anak-anak seperti Anda menyukai ilmu pengetahuan. Itu yang membuat Amerika besar,” ceplos Obama di Twitter.

Sementara itu, CEO Facebook, Mark Zuckerberg mengundang Ahmed untuk mengunjungi Kantor Pusat Facebook di Menlo Park.

Sedangkan, pihak Google berjanji untuk memberikan Ahmed tempat di acara ‘Annual Youth Science Fair’ di Mountain View, pada akhir pekan ini. Dan, Twitter juga menawarinya magang kepada Ahmed.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengundang Ahmed Mohamed- remaja berusia 14 tahun asal Texas yang ditangkap karena jam buatannya disangka bom- untuk ke Gedung Putih.

Menulis di akun Twitter-nya Obama menyebut jam buatan Ahmed “keren”, sambil berkata seharusnya lebih banyak anak yang menyukai sains seperti Ahmed.

Hari Senin (14/09) waktu setempat, Ahmed diinterogasi polisi karena jam buatannya yang ia bawa ke sekolah disangka bom rakitan.

Ahmed membawa jam itu ke sekolah dan memperlihatkannya kepada guru teknologi.

Guru lain melihat jam tersebut dan mengiranya sebuah bom rakitan, lalu memanggil polisi, hingga akhirnya Ahmed ditangkap dan ditanyai polisi setempat.

()