Jakarta, Aktual.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berdialog dengan tiga orang penerima bantuan presiden (banpres) usaha mikro senilai Rp2,4 juta di Yogyakarta.

“Sekali lagi pergunakan bantuan modal kerja ini untuk mengangkat usaha yang kita miliki, tadi saya baca ada yang dagang bakpia, mana?” tanya Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Yogyakarta, Jumat(28/8).

Banpres produktif usaha mikro diberikan senilai Rp2,4 juta kepada setiap pelaku usaha dengan target sekitar 12 juta usaha mikro dengan total anggaran Rp28,8 triliun.

Pedagang bakpia itu bernama Tumbariyani asal Sleman. Selain bakpia, Tumbariyani juga berjualan wingko dengan omzet Rp400 ribu-Rp500 ribu saat normal.

“Sekarang cuma Rp50 ribu, kadang sampai gak ada karena gak ada wisata yang datang ke sini,” kata Tumbariyani.

“Sekarang sudah mulai dibuka pelan-pelan, sudah bisa naik belum?” tanya Presiden Jokowi.

“Dikit-dikit sudah Rp100 ribu,” jawab Tumbariyani.

Ia pun lalu menceritakan bagaimana mendapat banpres tersebut.

“Pertama saya dihubungi pihak BRI dan katanya saya dapat bansos sebesar Rp2,4 juta,” kata Tumbariyani.

“Semua berarti sudah dapat ya Rp2,4 juta, sudah diambil?” tanya Presiden Jokowi lagi.

“Belum,” jawab Tumbariyani.

“Tidak apa-apa diambil, nanti Rp2,4 juta buat apa?” tanya Presiden Jokowi.

“Buat tambah modal usaha saya,” jawab Tumbariyani.

“Bukan buat beli handphone?” tanya Presiden.

Enggak, nanti saya beli dagangan ada bakpia, wingko, karena yang buat sendiri itu hanya yang wingko,” jawab Tumbariyani.

“Sehari untung berapa?” tanya Presiden Jokowi.

“Tergantung laku atau enggak, kalau laku bisa Rp40 ribu-Rp50 ribu,” jawab Tumbariyani.

Pedagang kedua adalah seorang ibu penjual batik.

“Jual batik tapi gak terlalu besar Pak,” kata perempuan tersebut yang sudah tahu akan mendapat banpres sejak Senin (24/8).

Ia pun sudah mengambil sebagian uang ke BRI.

“Sekalian saya ke BRI, sekalian saya ambil Rp2,15 juta untuk belanja lalu dijual lagi. Tapi sekarang sepi banget, biasanya laris Sabtu-Minggu, saya dapat bantuan dari bapak saya ucapkan terima kasih,” kata perempuan penjual batik tersebut.

Terakhir Presiden Jokowi berdialog dengan penjual Soto dari Bantul bernama Ignatius Supoyo dan memperkenalkan diri sebagai Pak Poyo.

“Semenjak ada pandemi, sepinya gak karu-karuan, akhirnya kita memilih istirahat daripada kita tidak kembali modal. Lalu saya balik lagi sudah 1-2 minggu, lantas dipanggil BRI, ada apa ini? Saya gak punya utang dipanggil BRI, ternyata saya dikasih tahu dapat bantuan dari Presiden, saya terima kasih atas bantuan Bapak Presiden,” kata Poyo.

Poyo mengaku akan menggunakan bantuan itu untuk tambahan modal. Tidak ketinggalan Poyo juga mengampanyekan protokol kesehatan.

“Negara kita mengalami kesulitan, biar kita ke depan untuk hidup baru, keluar pakai masker, keluar cuci tangan, masuk cuci tangan dan atur jarak 1-2 meter,” tambah Poyo.

“Terakhir sebenarnya mau saya tutup, tapi sudah ditutup Pak Poyo, jangan lupa pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, sudah didahului tidak lagi saya ngomong. Sekali lagi apa yang disampaikan Pak Poyo penting sekali pakai masker agar kita tidak terkena virus COVID, jaga jarak, tidak gak bisa kumpul orang uyel-uyelan, pulang habis kegiatan cuci tangan, saya hanya mengulang apa yang disampaikan Pak Poyo tadi,” kata Presiden Jokowi.

Bila para pengusaha mikro merasa kurang, Presiden Jokowi mengatakan mereka dapat mengajukan pinjaman modal ke bank.

“Kalau bapak ibu masih kurang, kan sudah ada nomor rekening ke bank, boleh pinjam, tapi pinjam ya, yang ini tidak pinjam tapi ini bantuan modal kerja, bukan kredit, nanti kalau usaha berkembang, silakan minta tambahan ke bank Mandiri, BNI, BRI, tapi kalau mau ya,” ucap Presiden Jokowi.(Antara)

(Warto'i)