Teheran, aktual.com – Presiden Iran Hassan Rouhani pada Kamis menggambarkan penarikan diri sepihak AS dari kesepakatan nuklir 2015 sebagai terorisme ekonomi, dan mengatakan Washington melanggar hukum internasional dengan melakukan itu.

Ketidak-setiaan AS pada Rencana Aksi Menyeluruh Bersama (JCPOA), yang ditandatangani antara Iran dan enam negara Barat, menunjukkan bagaimana negara tersebut melanggar peraturan internasional, kata Rouhani, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Iran, IRNA, Jumat (23/8).

Ia berbicara dalam upacara pengungkapan sistem pertahanan rudal produksi Iran, Bavar-373, saat Hari Industri Pertahanan Nasional Iran, 22 Agustus, di Teheran.

Iran tak pernah kecewa atas sikap musuh, tapi Teheran telah makin kuat untuk menghadapi mereka, kata presiden tersebut.

Saat memuji sistem pertahanan Bavar-373, Rouhani mengatakan rudal itu lebih kuat daripada S-300 buatan Rusia dan lebih mirip dengan S-400 Rusia.

Ia juga memuji para ahli Iran karena memberi hadiah yang berharga, seperti Bavar-373,  untuk bangsa pada Hari Industri.

Presiden Iran tersebut, yang menyambut kehadiran duta besar berbagai negara dan atase militer dalam upacara itu, berharap Iran akan menyaksikan hubungan yang lebih dalam di bidang kebudayaan, ekonomi, pertahanan dan politik dengan negara sahabatnya.

Berdasarkan instruksi Presiden Rouhani, Bavar-373 “bergabung dalam sistem pertahanan udara hari ini”.

Sebelumnya, para pejabat Kementerian Pertahanan Iran telah mengumumkan kesiapan Bavar-373 untuk diungkapkan pada 22 Agustus sebab sistem itu sudah lolos uji-coba dengan gemilang.

Ant.

(Zaenal Arifin)