Sydney, aktual.com – Seorang perempuan dibawa ke rumah sakit setelah ditikam di pusat kota Sydney pada Selasa (13/8).

Insiden itu tampaknya serangan tak beralasan oleh seorang pria yang berhasil diringkus anggota masyarakat dan kemudian ditahan, kata polisi.

Pria tak dikenal itu juga berupaya menikam orang lain namun gagal, kata polisi, dalam insiden yang menyebabkan distrik pusat bisnis di kota terbesar Australia itu terhenti pada sore hari.

“Kami mendapati seorang perempuan dengan luka tusuk di bagian punggung yang kini sedang mendapatkan perawatan medis dan dalam perjalanan menuju rumah sakit Sydney,” kata kepala inspektur kepolisian Gavin Wood, dikutip dari Reuters, Selasa.

Ia menyebutkan luka yang dialami korban tidak begitu serius.

Wood juga mengatakan serangan tersebut tampaknya tak beralasan namun tetap mempertimbangkan motif lainnya.

Polisi pun kini sedang mendalami apakah jasad seorang perempuan yang ditemukan di dalam sebuah apartemen tak jauh dari lokasi penikaman memiliki kaitan dengan insiden tersebut, kata juru bicara kepolisian Negara Bagian New South Wales.

Tayangan video di Twitter memperlihatkan seorang pemuda berlari melintasi persimpangan kota dan kemudian loncat ke atap mobil, dengan memamerkan sesuatu yang tampaknya seperti pisau besar.

Pelaku, yang berteriak, kemudian jatuh ketika mobil itu berjalan dan dihadang oleh seseorang yang memegang kursi, seperti yang ditunjukkan video tersebut. Tidak jelas apa yang diteriakkan oleh pelaku.

Sementara itu, tayangan lainnya menunjukkan pelaku diringkus oleh sejumlah orang yang memegang dua kursi dan kerat minuman.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison memuji mereka yang menangkap pelaku pembunuhan tersebut.

“Penyerang kini ditahan polisi menyusul aksi berani orang-orang yang berada di lokasi kejadian dan mampu … menahannya,” kata Morrison.

Seorang perempuan yang menjawab telepon di sebuah toko dekat lokasi kejadian mengatakan kepada Reuters: “Kami melihat seseorang dengan sebuah pisau berdarah di sana.”

“Polisi berada di sini dan mereka sekarang memblokir jalan, sehingga kami tidak dapat keluar. Mereka mengatakan: ‘Ini lokasi kejahatan, kalian tidak dapat keluar’,” kata perempuan yang menolak memberikan namanya.

Ant.

(Zaenal Arifin)