Ketua Pengarah Sidang, Nurdin Halid (ketiga kiri) memberi kesempatan para peserta menyampaikan aspirasinya saat membahas tata tertib pemilihan ketua umum dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar 2016 di Nusa Dua, Bali, Minggu (15/5). Munaslub yang dihadiri sekitar 4.000 peserta tersebut akan memilih ketua umum dari 8 kandidat yang ada. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/pd/16.

Bali, Aktual.com – Pemilihan Ketua Umum Partai Golkar sedang berjalan, Selasa (17/5) dinihari, di Bali Nusa Dua Convention Center. Sebanyak 20 bilik suara disediakan di arena munaslub untuk pemilihan yang gunakan mekanisme voting tertutup itu.

Ketua Pimpinan Rapat Munaslub Nurdin Halid mengatakan ada 554 pemegang hak suara yang bakal memilih caketum. Awalnya ada 560 pemilih. Tapi ada empat hak suara dari Sulawesi Tenggara yang dicoret. “Voters berkurang empat. Yang empat itu dicabut,” kata Nurdin di arena pemilihan.

Sementara itu Anggota Steering Committee Andi Sinulingga memperkirakan proses penghitungan selesai dalam waktu tiga hingga empat jam. Diawali dengan penghitungan kertas suara berstempel yang sudah dipersiapkan. Kemudian, para pengguna hak suara dipersilakan menyalurkan suaranya di dalam bilik, lalu setelahnya akan dihitung bersama-sama. “Ini sudah disepakati juga dilakukan voting tertutup,” kata dia di arena munaslub.

Adapun mekanisme yang disiapkan dalam pemilihan kali ini antara lain, pertama, jika hanya ada satu bakal calon yang mendapatkan 30 persen suara, maka ketua umum ditetapkan secara aklamasi.

Kedua, jika ada dua atau lebih bakal calon yang mendapatkan dukungan 30 persen, maka akan dilakukan pemilihan ulang. Status bakal calon ketua umum pun akan dinaikan menjadi calon ketua umum.

Ketiga, jika tidak ada satu pun bakal calon yang mendapatkan 30 persen dukungan, maka akan dipilih tiga bakal calon yang memperoleh suara terbanyak, kemudian ketiganya akan dipilih ulang.

Peserta munaslub akan memilih seorang ketua umum dari delapan calon, yaitu Ade Komarudin (nomor urut 1), Setya Novanto (2), Airlangga Hartarto (3), Mahyudi(4), Priyo Budi Santoso (5), Aziz Syamsuddin (6), Indra Bambang Utoyo (7) dan Syahrul Yasin Limpo (8).

()