Jakarta, Aktual.co —Terkait dengan pembangunan sodetan Kali Ciliwung, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengupayakan pembebasan lahan. Saat ini, Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta dengan Biro Hukum DKI sedang membuat Peraturan Gubernur mengenai pembebasan lahan tanah yang akan menjadi payung hukum proyek pembangunan sodetan.
“Ini lagi digodok Pergubnya, bagaimana menyelesaikan dead lock pengadaan tanah itu, termasuk warga yang mendiami tanah itu. Jadi lagi digodok biro hukum. Kalau pengadaan tanah atau pembebasan lahan itu dilakukan sosialisasi oleh pihak tim Panitia Pembebasan Tanah (P2T) Jakarta Timur,” ujar Kepala Dinas PU Agus Priyono di Balai Kota, Selasa (25/11).
Ia mengatakan, biaya pembebasan lahan ditanggung sepenuhnya oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Bukan dari Dinas PU DKI maupun Pemprov DKI. Pihak P2T, lanjut Agus pihaknya tidak melakukan sosialisasi secara menyeluruh sehingga warga banyak yang mengeluhkan dan menolak.
“Pas Pak Gubernur blusukan kemarin, jadinya kan tau masalahnya sebenarnya seperti apa. Soal pembebasan lahan juga sekarang disepakati dengan harga dari tim appraisal,” ujarnya.
Agus belum dapat memastikan kapan Pergub tersebut akan keluar. Ia hanya bisa berharap Pergub tersebut dapat diselesaikan dengan segera, sehingga pembebasan lahan dapat segera dilakukan dan proyek pembangunan sodetan dapat dilakukan. Pasalnya, Januari mendatang, Jakarta diprediksi akan mengalami banjir besar.
Pernyataan Agus dibenarkan oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat T. Iskandar. “Saat ini tim appraisal sedang melakukan pemetaan, kemudian juga tim dari P2B sedang memverifikasi dokumen lahan yang warga miliki,” ujarnya di Balai Kota, Selasa (25/11).
Ia menargetkan biaya pembebasan lahan untuk sodetan Kali Ciliwung sejumlah Rp 15 miliar hingga Rp 20 miliar untuk 200 KK di Bidara Cina, Jakarta Timur.
“Jika Pergubnya keluar, diharapkan bulan depan sudah bisa dilaksanakan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengharapkan warga yang terkena relokasi sodetan dapat bekerjasama dengan baik dengan pihak Pemprov.
“Warga harus mengerti karena ini untuk kepentingan bersama. Pak Walikota Jakarta Timur sudah saya minta lakukan pendekatan. Kita, kan cuma mengukur. Soal harga saya pikir fleksibel, ada negoisasi dengan tim appraisal,” ujarnya di Balai Kota, Selasa (25/11).
Ia mengatakan, jika warga bekerjasama dengan baik, proyek pembangunan sodetan sudah bisa dilakukan 2015 mendatang. Dilain itu, proyek sodetan lainnya di Kebon Nanas, ia menilai sedang berjalan dengan baik.
“Sodetan Kali Ciliwung yang di Kebon Nanas ke KBT progress-nya cukup bagus. Mudah-mudahan sesuai target. Akhir 2015 sudah tersodet, sehingga air bisa mengalir langsung ke KBT. Sekarang, kan warganya sudah mengerti setelah mendapatkan penjelasan dan kepastian dari Pak Gubernur,” tambahnya.

(Andy Abdul Hamid)