Calon penumpang Kereta Api ke sejumlah tujuan pulau jawa, bersiap memasuki kereta di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis (30/5/2019). Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub memprediksi pemudik yang menggunakan jasa angkutan kereta api mengalami peningkatan pada 29 Mei hingga 4 Juni dengan puncak arus mudik pada Jumat, 31 Mei. SP/Joanito De Saojoao.

Lebak, aktual.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyosialisasikan kebersihan di lingkungan stasiun untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19 dan masyarakat tidak perlu khawatir menggunakan jasa angkutan kereta.

“Kami minta semua penumpang agar menjaga kebersihan,” kata Senior Manager Humas Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa saat dihubungi di Rangkasbitung, Banten, Selasa [17/3].

Kegiatan sosialisasi kebersihan tersebut dilakukan di semua stasiun untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19.

Selain itu juga pihaknya memberikan edukasi di stasiun melalui media informasi terkait bahaya virus corona dan cara pencegahan baik untuk KA jarak jauh maupun KA Commuterline.

Para penumpang kereta api juga diimbau mencuci tangan setelah melakukan perjalanan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Apalagi, mereka membuang tisu sembarangan di sekitar stasiun maupun di atas gerbong kereta.

PT KAI juga telah menyediakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol 70-80 persen,termasuk di Stasiun Rangkasbitung.

Mereka semua calon penumpang Comutterline dilakukan pemeriksaan suhu tubuh oleh petugas stasiun dan jika ditemukan suhu badannya di atas 38 derajat Celcius maka akan dirujuk ke rumah sakit terdekat milik pemerintah.

Selama ini, kata dia, pihaknya belum menemukan calon penumpang yang dirujuk ke rumah sakit.

PT KAI juga mendirikan pos kesehatan dan jika ada penumpang yang mengeluhkan sakit seperti demam, batuk pilek, dan keluhan penyakit lainnya bisa dilakukan pengecekan kondisi tubuhnya.

Namun, pihaknya meminta calon penumpang yang mengalami sakit dan sebaiknya banyak istirahat, juga menggunakan masker.

“Kami berharap calon penumpang dapat menjaga kebersihan untuk mengantisipasi bahaya COVID – 19,” katanya.

(Eko Priyanto)