Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 43 perusahaan membuka 1.187 lowongan kerja (Loker) melalui Bursa Kerja dan Gerakan Penanggulangan Pengangguran di halaman Museum Sigenjei Kota Jambi, Provinsi Jambi, 25-26 Oktober 2014.

Gubernur Jambi Hasan Basri Agus saat mengunjungi bursa itu mengatakan bahwa di provinsinya tingkat pengangguran masih 2,5 persen dari total angkatan kerja.

“Di Jambi banyak pendatang. Itu menyebabkan bertambahnya angka pengangguran. Pembukaan lowongan kerja ini, diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran,” kata Gubernur di Jambi, Jumat (24/10).

Berdasarkan laporan yang ia terima, 43 perusahaan yang membuka lapangan kerja bisa merekrut 1.187 tenaga kerja di berbagai sektor.

Selain itu Pemprov melalui Gerakan Penanggulangan Pengangguran (GPP) juga menciptakan wirausaha muda yang karyanya dopametrka dalam bursa kerja ini,” ujarnya.

Perwakilan Dirjen Penempatan Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Retno Isnaningsih, mengatakan bahwa bursa kerja dan GPP di Jambi sangat luar biasa.

Kegiatan ini, katanya, bisa menciptakan wirausaha-wirausaha muda. Jika sektor formal tidak bisa menyerap angkatan kerja, sektor informal seperti mampu memperluas lapangan kerja.

“Ini sebagai strategi Pemprov Jambi dan keuntungan pencari kerja untuk memilih tempat bekerja, menggugah seluruh komponen masyarakat untk besinergi dalam rangka penciptaaan lapangan kerja,” katanya.

Dia mengungkapkan, tingkat pengangguran secara nasional pada Februari 2014 berada di angka 7,15 persen dari angkatan kerja. Dengan usaha seperti ini diharapkan bisa mengurangi tingkat pengangguran dan selalu memperluas kesempatan kerja.

Kepala Dinas Sosnakertran Provinsi Jambi M Dianto mengatakan rata-rata setiap perusahaan membuka lowongan 40-70 karyawan baru sehingga muncul angka 1.187 dengan 208 jenjang jabatan.

Rico, dari bagian perekrutan karyawan PT WKS mengatakan bahwa perusahaanya membutuhkan 60-90 karyawan baru.

()

(Eka)