Gabungan Kelompok Tani Sari Pelita Jaya, Desa Pekon, Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung pada Rabu kemarin melakukan panen perdana hasil pengaplikasian pupuk hayati organik cair ExtraGen.
Gabungan Kelompok Tani Sari Pelita Jaya, Desa Pekon, Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung pada Rabu kemarin melakukan panen perdana hasil pengaplikasian pupuk hayati organik cair ExtraGen

Pringsewu, Aktual.com – Gabungan Kelompok Tani Sari Pelita Jaya, Desa Pekon, Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung pada Rabu kemarin melakukan panen perdana hasil pengaplikasian pupuk hayati organik cair ExtraGen. Hasilnya, produksi padi meningkat sebanyak 25 persen dibandingkan dengan yang tidak menggunakan ExtraGen.

Pj. Bupati Pringsewu, Adi Erlansyah mengaku bangga dan mengapresiasi hasil panen padi yang menggunakan pupuk extragen. Menurutnya, keberhasilan tersebut akan dijadikan contoh agar petani-petani di Pringsewu bisa menggunakan ExtraGen.

“Dengan penggunaan pupuk ini (ExtraGen) hasilnya ada peningkatan. Mudah-mudahan kalau ini berhasil juga bisa menjadi contoh dan lahan pertanian yang ada di Pringsewu bisa menggunakan pupuk hayati cair ExtraGen,” kata Adi Erlansyah usai menyaksikan panen perdana Rabu (31/8).

Lebih lanjut Adi mentakan, pertanian organik merupakan pertanian masa depan yang di Kabupaten Pringseu sendiri potensinya cukup besar untuk dikembangkan.

“Pertanian organik di Pringsewu saya kira peluangnya cukup besar. Makanya ini beberapa percontohan ini akan dijadikan model nanti, untuk pengembangan pertanian lain di Pringsewu ini menggunakan pupuk hayati extraGen,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Pringsewu, Siti Litawati mengatakan Gapoktan Sari Pelita Jaya sudah menerapkan pertanian organik dengan menggunakan pupuk hayati cair ExtraGen.

“Untuk Kecamatan Ambarawa ini kita menggunakan ExtraGen itu sebanyak 555 liter peruntukan untuk 1.198 hektar. Kemudian yang di Ambarawa Barat ini penggunanan ExtraGennya 555 liter untuk 185 hektare pertanaman padi,” katanya.

Adapun hasil panen pada Gapoktan tersebut, Lanjut Siti, hasilnya cukup memuaskan dengan peningktan hasil panen padi sebesar 25 persen dibandingkan dengan sebelum menggunakan ExtraGen.

“Dari hasil ubinan tadi sudah dibuktikan ya, ada kenaikan peningkatan sebesar 25 persen dari yang tidak menggunakan ExraGen dan yang menggunakan ExtraGen. Ini murni menggunakan ExtraGen seluruhnya,” imbuhnya.

Siti berharap karena menggunakan menggunakan ExtraGen terbukti bisa meningkatkan hasil produksi yang cukup bagus, petani bisa mulai menggunakan pupuk ExtraGen. Untuk membantu petani mendapatkan pupuk tersebut, pihaknya menyediakan melalui kopersi dengan sistem pembayaran dilakukan setelah panen.

“Kami mengajak petani pringsewu, untuk menggunakan ExtraGen dan berharap kita semua bisa meningkatkan produksi,” tambahnya.

(AMP)