Sebelumnya, Jumono, Staf Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau juga menyampaikan laporan aktivitas periode pengamatan 16 Januari 2019, pukul 12.00 sampai dengan 18.00 WIB, menyebutkan Gunung Anak Krakatau mengalami Kegempaan Embusan sebanyak 13 kali, amplitudo 3-8 mm, durasi 17-148 detik.

Gunung di dalam laut termasuk paling aktif di dunia ini saat diamati juga mengalami Kegempaan Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 1-9 mm (dominan 3 mm).

Cuaca mendung. Angin bertiup sedang ke arah timur laut. Suhu udara 28-29 derajat Celsius, kelembapan udara 0-0 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg.

Visual gunung jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 100 meter di atas puncak kawah.

Kesimpulan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level III (Siaga), sehingga direkomendasikan masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 5 km dari kawah

(Abdul Hamid)