Sejumlah pengunjuk rasa yang tegabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) melakukan aksi di kawasan Monas, Jakarta, Rabu (29/3/2017). Dalam aksinya para pengunjuk rasa mengajak masyarakat untuk berkampanye Pilkada Damai Jakarta dan jauhkan segala bentuk kampanye yang bernuansa SARA. AKTUAL/Munzir
Jakarta, Aktual.com – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mendesak pemerintah untuk menangkap penyebar kebencian yang semakin marak mendekati pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta pada 19 April nanti.
Desakan ini dilontarkan mahasiswa PMII dalam sebuah aksi pilkada Damai di patung Kuda Monas, Jl.merdeka Barat Jakarta Pusat, Rabu (29/3).
Kami berharap kepada pemerintah untuk melakukan beberapa konten yang menggunakan isu SARA untuk segera ditindak tegas dan diamankan, Karena banyak isu di media sosial yang berunsur SARA dan mengundang ujaran kebencian dalam moment pesta Demokrasi Pilkada DKI Jakarta” ungkap Kordinator aksi PMII, Andi Adha.
Dalam aksi tersebut, 150 orang mahasiswa PMII membagikan stiker di setiap mobil dan kendaraan yang melintas di lokasi aksi. Pembagian stiker tersebut juga disertai orasi yang mengajak masyarakat agar tidak terpancing dan termakan isu-isu yg menggunakan ujaran kebencian atau kabar Hoax dan SARA di media sosial.
Kami PMII turun ke jalan ini karena masyarakat terjadi kesensitifan dengan menggunakan unsur SARA dan segala macam di media sosial yang faktanya tidak benar,” jelas Andi.
Menurut Andi, kondisi ini sudah sangat mengkhawatirkan. Sehingga PMII DKI Jakarta mengajak masyarakat untuk menolak ajakan saling bermusuhan karena beda pilihan, dan meminta kepada aparat kepolisian untuk menangkap oknum-oknum penyebar ujaran kebencian dan SARA dalam moment Pilkada DKI Jakarta.
Kami menghimbau masyarakat DKI Jakarta untuk tetap menjaga Bhineka Tunggal Ika agar tidak hilangnya toleransi sesama masyarakat DKI Jakarta dan antar umat Beragama,” pungkasnya.
(Andy AbdulHamid)