Jakarta, Aktual.co — Pengamat Politik dari Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti mengatakan bahwa jangan sampai ada kesan, bila presiden terbiasa dilangkahi oleh pembantunya lantaran tidak pernah bersikap tegas.
Hal itu menyusul adanya dugaan pembangkangan yang dilakukan Menteri ESDM Sudirman Said ikhwal pelantikan eselon I kementeriannya yang tidak sesuai dengan hasil tim penilai akhir (TPA) berdasarkan Keppres.
“Ini jadi momentum bagi Jokowi, sehingga kalau ada menteri yang bertindak di luar semestinya bertindak, atau pembangkangan sehingga kapan waktunya pun dia (presiden) bisa menggantinya,” kata Ray, di Jakarta, Kamis (14/5).
“Tetapi ini bukan soal mengganti, persoalannya saya pikir sudah beberapa kali presiden ini dilangkahi oleh menterinya. Sehingga jangan timbul kesan, bila dilangkahi Jokowi tidak melakukan apa-apa,” tambah dia.
Oleh karena itu, sambung pria yang seringa mengenakan kopiah hitam ini, presiden seharusnya langsung mengambil tindakan tegas, bila benar hal itu terjadi. Salah satunya, dengan membatalkan pelantikan tersebut.
“Dia (presiden) harus membatalkan pelantikannya, di berhak membatalkan itu, karena diatas keputusan menteri adalah keputusan presiden. Lalu, melakukan evaluasi kinerja ESDM-nya,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang