Jakarta, Aktual.com — Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Bengkulu, Zahid Taher, mengatakan konsultan konstruksi Asrama Haji Bengkulu telah terpilih dan sudah bekerja untuk melakukan perencanaan sejak awal Maret lalu.

“Saat ini proses revitalisasi pembangunan Asrama Haji masih dalam tahap tender untuk Manajemen Konstruksi dan kontraktor, kami berharap Mei tanda tangan kontrak telah dilakukan,” ucap Zahid Taher, Jumat (8/4).

Zahid berharap seluruh pelaksanaan pembangunan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Pihaknya pun akan terus dikawal oleh Kejaksaan Tinggi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Fauzi Ridwan dan pihak perguruan tinggi ahli teknik sipil Jawanto.

Asrama haji ini terletak 50 meter dari Bandara Fatmawati Bengkulu. Dia berharap asrama haji nantinya tidak hanya difungsikan sebagai asrama saat musim haji, tetapi juga dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat umum sebagai penginapan.

Kuota jemaah haji Bengkulu normal tiap tahun sebanyak 1.614 setelah dikurangi 20 persen tahun ini hanya berjumlah 1.292 orang.

“Karena kami embarkasi antara, biasanya kami menampung satu kloter untuk 24 jam dengan jumlah 450 jamaah dan 5 petugas untuk satu kloter,” jelasnya.

Saat ini gedung lama hanya dapat menampung 150 jemaah sehingga 305 jamaah sisanya ditampung dengan meminjam Balai Diklat. Padahal sejak 1986 Pemprov pernah menyediakan lahan 12,5 hektar untuk asrama haji, tetapi karena digunakan saat musim haji, asrama tersebut dikelola untuk balai diklat pemprov.

Zahid menargetkan pembangunan ini selesai akhir tahun mendatang, sehingga musim haji 2017 sudah dapat dipergunakan. Anggaran senilai Rp53,3 miliar yang digunakan terbagi Rp43,3 miliar untuk konsultan kontraktor dan Rp6,2 miliar rupiah untuk mebeling.

()