Minsk, Aktual.com – Ribuan wanita melakukan aksi berjalan di ibu kota Belarusia pada hari Sabtu (29/8), sembari melambaikan bendera, bunga dan balon dalam serangkaian protes anti-pemerintah yang melingkupi negara itu sejak sengketa pemilihan presiden berlangsung bulan ini.

Para wanita, di antaranya tampak membawa anaknya, pada hari Sabtu melakukan pawai solidaritas, meminta Lukashenko dan pemerintahnya untuk mundur.

“Ini kota kami” dan “sebaiknya lindungi kami,” teriak kerumunan, banyak dari “emak-emak” tersebut mengenakan pakaian nasional yang bercorak merah dan putih, mengikuti warna bendera nasional yang disepakati gerakan demokrasi Belarusia.

Reuters melaporkan sejumlah ruas jalan di sepanjang rute protes ditutup oleh polisi dan pasukan keamanan. Demonstrasi juga berlangsung dalam skala yang lebih kecil di kota-kota lain.

Meski demikian, sebagian “emak-emak” berhasil menembus barikade polisi yang melakukan penjagaan, seperti dilaporkan Tut.by.

Protes yang dilancarkan para wanita ini sudah berlangsung tiga minggu lamanya.

Sementara, Presiden Alexander Lukashenko membantah tuduhan oposisi bahwa dia mencurangi hasil pemilihan 9 Agustus yang memperpanjang masa pemerintahannya selama 26 tahun. Dia mengatakan para pengunjuk rasa didanai Barat, dan menuduh NATO mengerahkan pasukan di perbatasan Belarusia, yang dibantah aliansi itu.

(Warto'i)