Kota Gaza, Aktual.com – Ribuan orang yang berkabung pada Senin (29/10), memakamkan tiga anak Palestina yang gugur pada Minggu malam (28/10) dalam serangan udara Israel di daerah perbatasan antara Kota Khan Younis di bagian selatan Jalur Gaza dan Israel.

Keluarga, teman dan tetangga bergabung dalam pemakaman ketiga anak kecil itu –Khaled Abu Sa’eed (14), Abdul Hamid Abu Dhaher (13) dan Mohamed As-Satari (13). Ketiga anak Palestina tersebut adalah warga Desa Wadi As-Salqaa di bagian timur Kota Kecil Khan Younis, Jalur Gaza Selatan.

Orang yang berkabung membawa jenazah ketiga anak kecil itu dari Rumah Sakit Al-Aqsha di Kota Kecil Deir el-Ballah, memikul jenazah mereka di pundak mereka sambil meneriakkan Allahu Akbar.

Ibrahim As-Satari (45), ayah dari Mohamed As-Satari, mengatakan dengan sedih bahwa yang terakhir yang ia dengar ialah anaknya –yang berusia 13 tahun– putranya meninggal akibat roket yang ditembakkan dari satu pesawat tempur.

“Ini memperlihatkan betapa brutalnya tentara Israel dan memperlihatkan bahwa militer ini tak memiliki moral, sebab tentara di negara mana pun tidak membunuh anak kecil,” kata ayah itu, sebagaimana dikutip Xinhua, Senin malam.

Ia berdiri di dekat jenazah putranya untuk melihatnya terakhir kali bersama istrinya dan empat anaknya serta keluarga dan tetangga.

Abdul Aziz Abu Dhaher, ayah dari Abdul Hamid Abu Dhaher, mengatakan ada seorang saudara laki-laki dan seorang saudara perempuannya, yang juga meninggal dalam perang pertama yang dikobarkan Israel terhadap Jalur Gaza pada 2009. Ia menambahkan, “Hari ini putra saya dibunuh.” Orang yang berkabung membawa jenazah ketiga anak Palestina itu ke rumah mereka untuk mengucapkan selama jalan dan kemudian membawa ketiganya ke masjid untuk dishalatkan sebelum ketiga jenazah tersebut dibawa ke kompleks pemakaman di bagian tengah Jalur Gaza untuk dimakamkan.

Ismail Haniyeh, pemimpin Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS), Ahmad Bahar –Wakil Ketua Dewan Legislatif Palestina (PLC), anggota PLC dan ribuan orang bergabung dalam proses pemakaman itu.

“Kejahatan ini bukan sesuatu yang aneh yang dilakukan kaum pendudukan, sebab sudah menjadi sifat alamiah kaum pendudukan untuk membunuh anak-anak dan perempuan,” kata Bahar kepada orang yang berkabung. Ia menambahkan, “Ketiga anak ini dibunuh dengan darah dingin di depan mata dan telinga seluruh dunia.” Bahar, yang juga adalah pemimpin senior HAMAS, menuding Israel bertanggung-jawab atas pembunuhan ketiga anak kecil tersebut dan semua orang Palestina yang melancarkan Pawai Akbar Kepulangan, yang dimulai pada 30 Maret.

 

Ant.

()