Reshuffle Kabinet Kerja Jokowi-JK (Aktual/Ilst.Nelson)

Jakarta, Aktual.com — Pengamat komunikasi politik Universitas Indonesia, Ari Junaidi, menilai lamanya perombakan Kabinet Kerja Jilid II karena sinkronisasi dan komunikasi di Istana masih belum selesai dilakukan.

Namun, ia meyakini dalam waktu dekat reshuffle akan segera diumumkan, terlebih ada beberapa menteri yang dalam penilaiannya kurang moncer membantu Presiden Joko Widodo.

“Menteri sebagai sub-ordinasi Presiden harusnya tunduk dan taat pada Jokowi. Kinerja para menteri pun juga kurang moncer karena tidak fokus dengan tugas, pokok dan fungsinya,” katanya kepada wartawan, Rabu (13/4).

Siapa saja menteri yang layak diberhentikan? Ari menyebut ada empat menteri. Mereka adalah Menteri Negara BUMN Rini Soemarno, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Crisnandi, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrawi.

Ditekankan dia, pada perombakan kabinet kedua nanti Presiden diingatkan agar menanggalkan politik balas jasa dari partai politik dan atau kelompok tertentu. Sebab perombakan secara langsung mempertaruhkan reputasi Presiden dihadapan seluruh rakyat Indonesia. Dengan catatan, menteri yang akan direshuffle memang tidak kapabel dalam bekerja.

Sebelumnya, pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra menyarankan Presiden Jokowi tetap mendengarkan masukan dari berbagai pihak. Salah satunya dari partai pengusung seperti PDI Perjuangan.

“Masukan dan pandangan Ketum PDIP Ibu Megawati mutlak harus menjadi pertimbangan Presiden Jokowi dalam penyusunan dan reshuffle kabinet, karena PDIP adalah partai penentu dan pendukung utama terpilihnya Jokowi menjadi Presiden,” kata Yusril kepada wartawan kemarin (12/4).

Jokowi disarankan mencontoh Presiden pertama RI Sukarno yang selalu meminta pendapat dari para tokoh partai yang dekat dengannya saat akan mengganti menteri atau pejabat lain setingkat menteri.

Yusril berharap reshuffle segera diumumkan oleh Presiden sebab wacana perombakan kabinet ini sudah berdampak pada kinerja menteri yang namanya kerap disebut-sebut.

“Ini semua penting untuk mempercepat penyelesaian reshuffle agar tidak tertunda-tunda lagi, dan demi solidnya kabinet yang mutlak perlu melaksanakan seluruh program kabinet yang dinanti-nantikan seluruh rakyat,” demikian Yusril.

Artikel ini ditulis oleh: