Jakarta, Aktual.com – Menko Ekuin era Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Rizal Ramli berharap agar Pengurus Besar Nadhatul Ulama (PBNU) meninggalkan politik praktis. Rizal menginginkan NU kembali kepada khittahnya yakni perjuangan keumatan melalui sektor pendidikan maupun ekonomi.

“Dengan adanya Komite Khittah NU ini, Alm Gus Sholah ingin mencoba meluruskan kembali NU. Pengurus NU yang tidak ikut politik praktis tapi ada dalam garis perjuangan keumatan, membuat umat cerdas dan sejahtera,” kata Rizal Ramli dalam diskusi Ngopi (Ngobrol Perkembangan Indonesia) Bareng RR melalui webinar, Senin (24/8/2020).

Menurut Rizal, PBNU saat ini sudah terseret politik praktis, bahkan ada ketua umum partai yang menginginkan menjadi ketua umum PBNU.

Baca juga>> Rizal Ramli Beberkan Cara Tingkatkan Pendapatan Petani 4 Kali Lipat Dalam 10 Tahun

“Kenapa ada komite khittah? Karena ada banyak pengurus yang sudah melenceng. NU besar sejak zaman kolonial Belanda, di zaman Orde Baru juga besar,” imbuh Rizal Ramli.

Menurut Rizal, bila NU diperbaiki otomatis bangsa ini juga akan bangkit.

Sementara itu, mantan Juru Bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid, Adhie Massardi mengungkapkan, Komite Khittah NU ingin mengembalikan NU kepada garis perjuangannya sesuai pendiriannya di tahun 1926. Menurut Adhie, sekarang ini sejak 10 tahun belakangan, NU di kalangan struktural lebih asik berpolitik ketimbang membangun masyarakat.

Baca juga>> Kiai NU Kultural Taruh Harapan Besar Pada Rizal Ramli Untuk Pulihkan Perekonomian Nasional

“Kalau NU sehat bangsa Indonesia bisa bangkit,” kata Adhie.

Dalam diskusi yang sama, Gus Aam, yang merupakan cucu pendiri NU Agus Solachul Aam Wahib mengatakan, tujuan Komite Khittah NU adalah ingin memperbaiki PBNU.

“Tujuan utamanya Komite Khittah adalah meluruskan dan memperbaiki PBNU, karena sudah melenceng dengan AD/ART dan menyimpang dari paham ahlus sunnah wal jamaah,” pungkas Gus Aam.

(As'ad Syamsul Abidin)