Ekonon Senior, Rizal Ramli saat diskusi dengan tema “Indonesia Perlu Pemimpin Optimis yang Bawa Perubahan” di gelar di Tebet, Jakarta Selatan, Senin ( 25/2/2019). Rizal mengungkapkan bahwa penurunan angka kemiskinan di era Jokowi – JK menunjukan paling rendah dari era kepemimpinan semua presiden sebelumnya sejak reformasi. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Ekonom Senior, Rizal Ramli mengingatkan kepada pemerintah dibawah Presiden Joko Widodo agar kebijakan austerity atau pengetatan anggaran yang dilakukan Menteri Keuangan Sri Mulyani terbilang kuno.

Menurutnya kalau apa yang dilakukan oleh Menkeu dengan kebijakan ekonomi makro super konservatif itu hanya akan membuat senang kreditor utang dan investor asing.

Bahkan menurut RR sapaan Rizal Ramli bahwa atas kebijakan menteri tersebut mengakibatkan apa yang diterima oleh masyarakat membuat pertumbuhan ekonomi stagnan di angka lima persen. Tak hanya itu, bahkan daya beli masyarakat pun akan anjlok dan berpengaruh pada harga aset yang yang rontok.

“Hari ini sektor retail rontok, Giant tutup PHK, Krakatau Steel PHK. Investor China pesta karena asset price anjlok. Terjadi pergantian pola kepemilikan. Jokowi dikibuli,” katanya ditulis Selasa (25/6).

Ramalan yang disampaikan oleh RR sendiri terbukti benar, karena tercatat hingga saat ini kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak bisa menembus angka 6 persen. Sementara daya beli masyarakat mengalami penurunan.

“Dampaknya, perusahaan sekelas Giant segera tutup dan berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) ribuan karyawan. Tidak hanya itu, PT Krakatau Steel sebagai perusahaan plat merah pengolah baja juga harus melakukan restrukturisasi ribuan karyawan,” paparnya.

(Abdul Hamid)