Proses bongkar muat kontainer berlangsung di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Kamis (8/1). Pada 2014 total volume bongkar muat atau trougput peti kemas TPKS Tanjung Emas mencapai 575.671 TEUs atau meningkat sekitar 15 persen dibandingkan pencapaian 2013. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Rei/nz/15.

Jakarta, Aktual.com — Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo II, Richard Joost (RJ) Lino, menepis anggapan Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli soal kereta api di pelabuhan mampu mengefisienkan waktu bongkar muat kontainer di Tanjung Priok.

Menurut Lino, ada kelemahan angkutan kereta api saat bongkar muat kontainer.

“Kereta api itu tidak visible kalau jarak tempuhnya kurang dari 250 kilometer. Jakarta-Cirebon saja baru 250 kilo,” ujar Lino, sebelum rapat dengan panja Komisi VI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9).

Selain itu, kata Lino, angkutan kereta api di pelabuhan juga tak efisien karena moda transportasi tersebut tak bisa mengirim kontainer hingga pabrik atau perusahaan importir.

“Kalau kereta itu kan tak bisa mengirim barang sampai depan rumah atau pabrik. Pikirkan itu,” cetusnya.

Sebelumnya, Menko Maritim Rizal Ramli merobohkan beton yang mengubur lintasan rel KA di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Rizal menilai angkutan KA bisa mengefisienkan waktu dwelling time.

Artikel ini ditulis oleh: