Beranda Life Kesehatan RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Beri Tips Cegah Penyakit Gagal Ginjal Akut

RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Beri Tips Cegah Penyakit Gagal Ginjal Akut

Yogyakarta, aktual.com – Rumah Sakit PKU Muhammadiyah membagikan tips mencegah penyakit Gagal Ginjal Akut atau AKI (Acute Kidney Injury) yang banyak menjangkiti anak-anak sejak awal September kemarin. Lewat Talk Show yang disiarkan di kanal YouTube PKU JOGJA MEDIA, dr. Komaruddin berpendapat bahwa fenomena Gagal Ginjal Akut kali ini bisa dikatakan misterius, dikarenakan Gagal Ginjal Akut relatif jarang diderita oleh anak-anak serta penyebabnya yang tidak diketahui secara pasti.

Ia juga menjelaskan bahwa gejala awal yang diderita anak sebelum dinyatakan mengidap Gagal Ginjal Akut, sama halnya seperti penyakit-penyakit yang diderita anak pada umumnya. Misalnya demam, diare, dan mual, namun secara tiba-tiba diikuti oleh penurunan volume kencing yang drastis sehingga menyebabkan penurunan fungsi ginjal.

 “Nah, ini yang disebut misterius karena terjadi peningkatan kasus yang luar biasa. Bahkan lima puluh persen berakibat kematian, dan tidak diketahui akibatnya hingga hari ini,” ungkapnya seperti dikutip dari situs Muhammadiyah, Kamis (27/10) pagi.

Lebih lanjut, dr. Komaruddin juga mengajak para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan dengan memperhatikan tingkat volume jumlah air kencing pada anak yang normalnya berada di angka satu sampai dua mililiter per kilogram.

“Kalau anak volumenya itu sudah di bawah satu mili per kilogram atau tidak kencing sama sekali dalam enam jam atau delapan jam, kita mesti waspada dan hati-hati,” terangnya.

Ia juga menyampaikan tips sederhana pencegahan Gagal Ginjal Akut dengan mengajak anak memperbanyak konsumsi air putih secara teratur.

“Jaga ketika anak demam, ketika ada batuk, ketika anak sedang dalam kondisi tidak sehat, jaga kecukupan minum seperti kalau dia sehat, itu yang pokok,” ungkapnya.

Fenomena Gagal Ginjal Akut yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia salah satunya ditengarai oleh konsumsi obat sirup dengan merek tertentu, hal ini berujung pada ditariknya beberapa produk obat sirup dari pasar.

Dalam hal ini Endang Yuniarti selaku Apoteker RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta menjelaskan bahwa kelebihan takaran zat Ethylene Glycol (EG) di dalam obat sirup memang menjadi penyebab keracunan pada anak, salah satunya kerusakan ginjal. Hal ini seperti yang pernah terjadi di beberapa negara seperti di Haiti, Amerika Serikat, serta Argentina.

Ethylene Glycol merupakan zat kimia mudah larut yang banyak digunakan dalam campuran produk-produk industri serta komersial termasuk obat-obatan. Dikutip dari National Library of Medicine, EG pada dasarnya memiliki tingkat toksisitas atau potensi paparan racun yang relatif rendah, namun jika digunakan secara berlebihan dapat mengganggu fungsi metabolisme tubuh serta menyebabkan keracunan dan kerusakan ginjal.

Lebih lanjut, Endang Yuniarti mengajak para orang tua untuk waspada serta mencermati pemakaian obat sirup dengan beberapa tips seperti menggunakan obat sesuai anjuran dokter atau apoteker, menghindari penggunaan obat lama, membeli obat dari apotek yang sudah mengantongi izin atau resmi, serta mendokumentasikan obat-obat yang pernah digunakan. Terakhir, tak kalah penting Endang Yuniarti juga menghimbau para orang tua untuk tetap tenang dan menunggu hasil resmi dari pengujian BPOM.

“Yang penting tetap tenang, jangan panik, karena nanti malah nanti menimbulkan berita simpang siur, hoax di sana-sini, juga menimbulkan kecemasan,” ungkapnya.

(Megel Jekson)