Jakarta, Aktual.co — Politikus Partai Demokrat Ruhut Poltak Sitompul mengatakan, sebaiknya pemilihan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilakukan secara bersamaan tahun depan, menunggu masa jabatan seluruh pimpinan KPK habis.
“Bagi kami ini pemborosan. Dua kali seleksi, kenapa tidak sekaligus saja,” kata Ruhut dalam diskusi bersama Indonesia Corruption Watch (ICW), di Jakarta, Kamis (23/10).
Ruhut mengatakan, seleksi pimpinan KPK memakan anggaran yang tidak sedikit, dengan kisaran mencapai miliaran rupiah.
Menurut dia, jika seleksi pimpinan KPK dilakukan bersamaan tahun depan, maka penentuan Ketua KPK juga dapat dilakukan secara serentak.
“Jadi apakah yang dua ini menunggu dulu biar yang empat kerja (selesaikan masa tugas). Baru nanti bersama-sama dipilih pada 2015,” kata Ruhut.
Satu dari lima pimpinan KPK yakni Busyro Muqoddas akan berakhir masa jabatannya akhir tahun ini.
DPR RI telah mendapatkan dua nama yang akan menggantikan Busyro, yakni Busyro sendiri dan Robby Arya Brata. Dua nama itu diusulkan panitia seleksi pimpinan KPK.
DPR RI bisa melakukan tes uji kepatutan dan kelayakan terhadap Busyro dan Robby, namun yang dipersoalkan adalah tahun depan empat nama pimpinan KPK akan berakhir masa jabatannya, sehingga proses seleksi akan kembali dilakukan.

()

()