Ilustrasi Uang Pecahan Seratus Ribu Rupiah, Lima Puluh Ribu Rupiah dan Seratus Dollar AS
Ilustrasi Uang Pecahan Seratus Ribu Rupiah, Lima Puluh Ribu Rupiah dan Seratus Dollar AS

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar rupiah ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (3/8) sore, ditutup melemah dipicu adanya petunjuk kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS The Federal Reserve dalam jangka pendek.

Rupiah ditutup melemah 23 poin atau 0,15 persen ke posisi Rp14.912 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.889 per dolar AS.

“Dolar AS outlook-nya menguat setelah adanya pernyataan dari pejabat Federal Reserve yang memberikan petunjuk untuk adanya lebih banyak kenaikan suku bunga dalam jangka pendek,” kata analis Monex Investindo Futures, Faisyal dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Dolar AS dalam tren menguat di tengah pasar yang mencerna pesan dari tiga pejabat The Federal Reserve, salah satunya Presiden Fed St. Louis James Bullard.

Bullard memberikan dukungan untuk langkah hawkish dari bank sentral AS dengan dia mengatakan bahwa Federal Reserve dan European Central Bank mungkin keduanya dapat melakukan soft landing untuk menghindari resesi yang keras untuk ekonomi masing-masing karena mereka menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi.

Sementara itu di tempat lain, Presiden Fed San Fransisco Mary Daly mengatakan bahwa dia sedang mencari data yang masuk untuk memutuskan apakah mereka dapat menurunkan kenaikan suku bunga atau melanjutkan pada tingkat kecepatan saat ini.

(Arie Saputra)