Seorang teller menunjukan mata uang dollar di salah satu gerai money changer di Jakarta, Jumat (2/3/18). Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai pengenaan tarif impor baja sebesar 10% dan tarif impor alumunium sebesar 25%, sempat membuat dollar AS melemah terhadap rupiah. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Kamis pagi melanjutkan pelemahan kembali dipengaruhi oleh sentimen perang dagang yang masih dilanda ketidakpastian.

Terpantau, pergerakan rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi bergerak melemah sebesar 25 poin atau 0,18 persen menjadi Rp14.040 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.015 per dolar AS.

“Permintaan terhadap aset dolar AS kembali meningkat dalam jangka pendek ini di tengah kegugupan terbaru di pasar karena ketidakpastian negosiasi dagang AS-China,” ujar Kepala Riset Monex Investindo Future Ariston Tjendra di Jakarta, Kamis (7/11).

Ia mengatakan bahwa penandatangan kesepakatan dapat ditunda hingga bulan Desember karena masih ada pembahasan mengenai persyaratan dan tempat.

“Pasar aset mata uang berisiko sempat mengalami apresiasi karena muncul harapan AS-China akan menyetujui kesepakatan damai dagang fase pertama. Namun kabar terbaru berubah lagi sehingga menekan mata uang di negara berkembang,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan Bank Indonesia masih melakukan intervensi di pasar valas sehingga pergerakan rupiah relatif masih terjaga di tengah ketidakpastian kesepakatan dagang AS-China.

Ia menambahkan, pelemahan rupiah pada hari ini (7/11) juga karena faktor teknikal setelah sempat menguat hingga ke level Rp13.900 per dolar AS pada hari sebelumnya.

“Dalam transaksi hari ini (7/11), rupiah kemungkinan akan bergerak di kisaran level Rp14.000-Rp14.050 per dolar AS dengan kecenderungan melemah,” katanya.

Ant.

(Zaenal Arifin)