Lebanon, Aktual.com – Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menggelar upacara peringatan dan penghormatan bagi salah satu anggota TNI yang gugur di wilayah misi, Praka Rico Pramudia. Upacara tersebut sekaligus menjadi prosesi pelepasan jenazah menuju Tanah Air, dari Beirut ke Jakarta.
Kepala Misi dan Komandan Pasukan UNIFIL, Mayor Jenderal Abagnara, menyampaikan penghormatan mendalam atas pengabdian almarhum dalam menjaga perdamaian dunia.
“Anda datang ke sini, jauh dari rumah, untuk mengabdi di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa, membawa perdamaian ke tanah ini, dan di sini, di selatan Lebanon, Anda telah memberikan segalanya,” ujar Abagnara dikutip dari laman resmi UNIFIL, Selasa (28/4/2026).
“Anda memberikan seluruh yang Anda miliki untuk perdamaian di tanah ini. Untuk itu, Anda mendapatkan seluruh penghormatan kami,” lanjutnya.
Praka Rico Pramudia meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Saint George sejak akhir Maret lalu. Ia merupakan salah satu dari empat prajurit TNI yang terkena tembakan tank Israel saat bertugas di markas UNIFIL.
Dalam insiden tersebut, satu prajurit TNI lainnya, Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon, gugur di lokasi kejadian. Sementara Rico mengalami luka berat dan langsung dievakuasi ke Beirut dari Lebanon Selatan. Dua prajurit lainnya mengalami luka ringan dan mendapat penanganan dari tim medis UNIFIL.
“Sebagai prajurit, sebagai penjaga perdamaian, kami akan melanjutkan misi Anda; kami akan tetap teguh; kami akan tetap bersatu; kami akan tetap waspada,” ujar Abagnara.
“Inilah cara kami menghormati Anda. Tempat Anda tetap bersama kami dalam tindakan kami, dalam komitmen kami, dalam rasa tanggung jawab kami,” tambahnya.
Sebelumnya, pada akhir Maret, sedikitnya 11 anggota TNI menjadi korban dalam rangkaian eskalasi konflik antara Israel Defense Forces dan Hizbullah di Lebanon Selatan. Sehari setelah serangan tank Israel, empat prajurit TNI kembali menjadi korban saat mengawal konvoi UNIFIL.
Dalam peristiwa tersebut, dua prajurit TNI, Mayor Anumerta Zulmi Aditya Iskandar dan Serka Anumerta Nur Ichwan, meninggal dunia setelah kendaraan yang mereka tumpangi menginjak ranjau darat yang diduga milik Hizbullah. Dua prajurit lainnya selamat namun mengalami luka berat dan dirawat di RS Saint George, Beirut.
Beberapa hari berselang, serangan kembali menyasar markas UNIFIL dan melukai tiga prajurit TNI yang tengah bertugas.
Rangkaian insiden ini menambah daftar panjang risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian Indonesia dalam menjalankan mandat di bawah naungan PBB di kawasan konflik.
Artikel ini ditulis oleh:
Tino Okt
















