Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak melemah sebesar lima poin menjadi Rp12.100 dibandingkan posisi sebelumnya Rp12.095 per dolar AS.

Analis Platon Niaga Berjangka Lukman Leong mengatakan antisipasi pelaku pasar uang terhadap hasil kebijakan moneter bank sentral AS terkait tingkat suku bunganya, mata uang di kawasan Asia termasuk rupiah cenderung melemah meski terbatas.

“Dalam kondisi yang tidak menentu itu pelaku pasar cenderung mengamankan posisi, namun mata uang rupiah saat ini masih dalam level yang relatif ideal,” katanya di Jakarta, Selasa (28/10).

Ia menambahkan bahwa pelaku pasar uang di dalam negeri juga masih mencermati arah program-program dari kementerian baru terutama tim ekonomi dalam mengantisipasi sentimen global serta perbaikan defisit pada neraca perdagangan Indonesia.

Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menambahkan rupiah masih berpotensi masuk dalam tren penguatan seiring dengan ekspektasi sebagian kalangan analis bahwa bank sentral AS (the Fed) masih akan mempertahankan tingkat suku bunga rendahnya menyusul masih melambatnya beberapa data ekonomi AS.

Di sisi lain, lanjut dia, masih cukup kuatnya harapan dari sebagian investor terhadap Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla dapat menopang mata uang rupiah bergerak dalam fluktuasi yang stabil.

“Beberapa sentimen positif yang mempengaruhi rupiah diharapkan dapat bertahan,” katanya.

()

(Eka)