Makassar, Aktual.com — Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang Dollar AS kini mulai berdampak pada aktifitas perusahaan khususnya perusahaan yang terbebani oleh biaya komponen bahan baku dan peralatan impor.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Selatan memperkirakan sejumlah perusahaan di Sulsel telah ancang-ancang untuk segera melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada pertengahan September mendatang.

Ketua Kadin Sulsel, Zulkarnaen Arif mengungkapkan, kondisi rupiah yang semakin lemah yang berakibat pada mahalnya biaya komponen impor menjadi alasan perusahaan yang bergantung pada komponen bahan baku dan peralatan impor untuk segera melakukan PHK.

“Perusahaan yang akan PHK rata-rata perusahaan yang tergantung pada komponen bahan baku impor seperti industri pengolahan, perhotelan, dan konstruksi,” ujar Zulkarnaen, Kamis (27/8).

Bahkan, menurut Zulkarnaen, dalam waktu dekat ada sekitar 20 perusahaan yang sudah menyampaikan untuk melakukan PHK pada awal Oktober mendatang.

Keputusan perusahaan tersebut, lanjut Zulkarnaen tentu merupakan keputusan yang masuk akal, yang didasarkan pada makin lemahnya kondisi keuangan perusahaan akibat melemahnya rupiah terhadap mata uang Dollar.

“Saya kira ini adalah pilihan terbaik bagi pengusaha untuk mencoba survive dalam kondisi ekonomi akhir-akhir ini,” ujarnya.

Zulkarnaen menilai bahwa saat ini tim ekonomi Jokowi-JK belum melakukan terobosan yang kongkrit termasuk kebijakan reshuffle kabinet belum memperlihatkan ekonomi akan membaik. Ia juga berharap agar pemerintah bisa melibatkan pengusaha lokal dalam menggagas perbaikan ekonomi bangsa.

()

()