Seorang teller menunjukan mata uang dollar di salah satu gerai money changer di Jakarta, Jumat (2/3/18). Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai pengenaan tarif impor baja sebesar 10% dan tarif impor alumunium sebesar 25%, sempat membuat dollar AS melemah terhadap rupiah. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (10/7) sore melemah seiring harapan pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed) setidaknya akan menurunkan suku bunga pada akhir bulan ini.

Rupiah melemah 2 poin atau 0,01 persen menjadi Rp14.132 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.130 per dolar AS.

“Pelaku pasar mengabaikan ekspektasi bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga yang besar pada akhir bulan ini,” kata Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Rabu.

Ekspektasi untuk penurunan suku bunga 50 basis poin (bps) pada pertemuan The Fed akhir bulan ini telah menguap, tetapi investor masih mengharapkan pemotongan 25 bps karena inflasi yang lemah dan kekhawatiran tentang tumbuhnya bisnis akibat perang perdagangan AS-China.

Gubernur The Fed Jerome Powell sendiri dijadwalkan memberikan pernyataannya di depan House Financial Services Committee pada Rabu ini. Agenda direncanakan tepat setelah data pekerjaan di AS yang di atas ekspektasi pasar, yang kemudian memicu pertanyaan tentang kebijakan suku bunga bank sentral.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah Rp14.138 dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.129 per dolar AS hingga Rp14.155 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu ini menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.152 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.129 per dolar AS.

Ant.

(Zaenal Arifin)