Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak menguat sebesar 28 poin menjadi Rp11.973 dibandingkan posisi sebelumnya Rp12.001 per dolar AS.

“Ruang penguatan rupiah masih ada di tengah penantian investor yang menunggu susunan kabinet pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla,” kata Pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara Rully Nova di Jakarta, Rabu (22/10).

Ia menambahkan bahwa pelaku pasar keuangan cenderung menanti tim ekonomi Indonesia karena hal itu dapat dijadikan arah untuk menentukan keputusan investasi investor ke depannya.

“Diharapkan, tim ekonomi Indonesia ‘market friendly’ sehingga optimisme positif tumbuh pada industri investasi di Indonesia positif ke depannya,” katanya.

Dari eksternal, ia mengatakan bahwa pelaku pasar uang di dalam negeri juga sedang menanti data inflasi Amerika Serikat, dari ekspektasi sebagian kalangan analis bahwa inflasi AS diperkirakan melambat seiring dengan kondisi global yang cenderung masih stagnan.

“Kondisi itu, membuat ekspektasi pasar bahwa the Fed untuk menaikan suku bunga diperkirakan tidak lebih cepat dari perkiraan,” katanya.

()

(Eka)