Jakarta, aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (62) sore ditutup menguat setelah pemakzulan Presiden AS Donald Trump gagal.

Rupiah ditutup menguat 55 poin atau 0,41 persen di level Rp13.635 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp13.690 per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Kamis, mengatakan dengan kemenangan Presiden Donald Trump dalam upaya pemakzulan yang dilakukan oleh Partai Demokrat, praktis ketidakpastian yang dihadapi oleh pelaku pasar menjadi berkurang.

“Ada harapan bahwa kebijakan-kebijakan pro-pertumbuhan ekonomi yang sering dieksekusi oleh Trump akan terus bisa disalurkan, yang pada akhirnya akan menjaga laju perekonomian global di level yang relatif tinggi,” ujar Ibrahim.

Presiden Donald Trump lepas dari jeratan pemakzulan setelah senat AS melakukan pemungutan suara yang dimenangkan Trump dengan mendapatkan 52 suara dari 100 senator. Trump pun tetap menempati posisi sebagai orang nomor satu di AS.

Sentimen lainnya, ada optimisme bahwa wabah Virus Corona dapat dikendalikan, sehingga dampak ekonomi akibat Virus Corona dapat dibatasi.

Merebaknya Virus Corona di China dan menyebar ke negara lainnya yang sampai saat ini belum tertangani, diperkirakan akan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi global kembali melambat sehingga semakin banyak bank sentral global yang mengisyaratkan kesediaan untuk bertindak jika virus tersebut melemahkan permintaan, inflasi, dan pasar keuangan.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp13.655 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp13.610 per dolar AS hingga Rp13.670 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis menunjukkan rupiah menguat menjadi Rp13.662 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp13.717 per dolar AS.

(Eko Priyanto)