Washington, Aktual.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengakui dirinya melakukan kesalahan ketika bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Menurut Trump, terdapat salah ucap ketika diadakan konferensi pers, sehingga masyarakat AS menduga dirinya tidak berani mengkritik Putin secara terbuka.

Trump dalam konferensi pers dengan Putin mengatakan,”Saya tidak melihat alasan mengapa Rusia”.

Menurut Trump seharusnya dia menggunakan kata “bukan” dalam kalimat tersebut.

“Seharusnya kalimatnya adalah: Saya tidak melihat alasan mengapa ‘bukan’ Rusia,” kata Trump.

Bukan cuma itu, di saat menyampaikan konferensi pers bersama Putin, dia menunjukkan diri sebagai pemimpin yang siap bermitra dengan Rusia. Bahkan, Trump pun menyebut Putin sebagai pemimpin kuat dan berkuasa.

Sesaat setelah konferensi pers, dari hasil jajak pendapat Reuters, sebanyak 55 persen warga AS menentang cara Trump mengelola hubungan dengan Rusia, hanya 37 persen yang sepakat dan sisanya tak memberikan jawaban.

Tak cuma anjlok dalam survei, baik Partai Republik dan Partai Demokrat yang biasanya berseberangan untuk tindakan Trump kali ini berada di sikap serupa. Mereka sama-sama menuding Trump lebih condong kepada musuh dibanding negaranya sendiri.

Pertemuan Trump dan Putin di Finlandia, seperti dituliskan Reuters, diharapkan warga AS akan menjadi momen saat politikus Partai Republik itu menerapkan sanksi serta langkah baru untuk menghukum Rusia atas dugaan keterlibatannya di Pemilu AS 2016.

(Teuku Wildan)