Ankara, Aktual.com – Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menuduh Amerika Serikat melakukan perundungan alias pengusikan, bahkan terhadap sekutunya.

Zarif menyampaikan pernyataan tersebut ketika tiba di Turki, negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), yang seperti juga Iran, tengah bersengketa dengan Washington.

Sebagaimana diketahui, AS telah menggandakan tarid untuk impor baja dan alumunium Turki karena ditahannya seorang pendeta Kristen asal negeri Paman Sam itu. Pendeta bernama Andrew Brunson itu dituding menjadi mata-mata di Turki.

Padahal, Turki merupakan sekutu AS dalam NATO.

“Amerika Serikat menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki batasan atau batas dalam memaksakan tekanan dan menggunakan kekuatan terhadap orang lain, bahkan sekutu mereka sendiri,” kata Zarif di Ankara, Rabu (30/8).

“Turki dan beberapa sekutu AS di Eropa berkesimpulan bahwa Amerika Serikat bukan mitra yang dapat dipercaya,” kata Zarif seperti dikutip kantor berita negara Iran IRNA.

Washington menerapkan gelombang hukuman lebih keras terhadap Iran menyusul penarikan dirinya dari kesepakatan antarbangsa pada 2015 untuk membatasi kegiatan nuklir Teheran.

Zarif berada di Turki untuk bertemu dengan Presiden Tayyip Erdogan, yang dijadwalkan mengunjungi Iran pada 7 September.

Ant.

(Teuku Wildan)