Bandung, aktual.com – Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum menyatakan salah satu tantangan yang dihadapi oleh pihaknya dalam merevitalisasi dan merestorasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum ialah terkait dengan urusan kesejahteraan masyarakat yang berada di sekitar sungai yang pernah dinobatkan sebagai salah satu sungai terkotor di dunia.

“Ada tiga tantangan yang dihadapi oleh Satgas Citarum Harum ialah kita untuk merevitalisasi Citarum tapi di bawahnya terkait dengan urusan kesejahteraan masyarakat. Ini urusan perut. Bagaimana kita konsisten mengatasi masalah lingkungan tapi dihadapkan sama urusan kesejahteraan masyarakat,” kata Wakil Ketua Satgas Citarum Harum Sarmidi, di Kota Bandung, Selasa.

Ditemui saat memberikan sambutan pada acara Program Revitalisasi dan Rehabilitasi Sungai Citarum sebagai Sumber Kehidupan Berkelanjutan, Sarmidi mengatakan dimensi Sungai Citarum sangat fantastik karena di sepanjang DAS-nya ada sekitar 200 ribu lahan kritis.

“Dan jumlah itu hampir sepertiga dari luas total DAS Citarum,” kata dia.

Program Revitalisasi dan Rehabilitasi Sungai Citarum sebagai Sumber Kehidupan Berkelanjutan digagas oleh PT Bank HSBC Indonesia berkolaborasi dengan Yayasan KEHATI dengan Green Initiative Foundation (GIF).

Mereka akan melakukan pendampingan kepada masyarakat dan pabrik yang ada di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Citarum.

Pendampingan ini selaras dengan program Citarum Harum yang diinisiasi pemerintah sejak 2018.

Head of Coorporate Sustainability HSBC Nuni Sutyoko mengatakan sebagai perusahaan perbankan pihaknya juga mempunyai tanggung jawab membantu industri dan masyarakat untuk memperbaiki kondisi Sungai Citarum melalui pendanaan dari Corporate Social Responsibility (CSR).

Walaupun tidak berkaitan langsung dengan DAS Citarum, tapi perusahaan perbankan pun memang harus konsen dalam persoalan lingkungan termasuk sumber daya alam seperti ketersediaan air bersih.

“Jadi kami ingin bersama-sama mengembalikan keasrian Sungai Citarum,” kata Nuni.

HSBC, kata dia, berusaha menggandeng para pelaku industri yang ada di sekitar Citarum dan selama ini banyak pihak yang menyebut industri adalah salah satu penyebab limbah di sungai ini menumpuk.

Bekerjasama dengan berbagai pihak, HSBC ingin membantu dalam waste management agar semakin baik. [Eko Priyanto]

(Zaenal Arifin)