Seorang guru mengajar dua kelas sekaligus di ruangan terbuat dari bambu di SD Negeri Girijagabaya, di Kampung Sinarjaya, Muncang, Lebak, Banten, Rabu (27/11). Banten merupakan provinsi ke-6 terbesar nilai APBD-nya yang saat ini mencapai Rp 6,3 triliun/tahun. ANTARA FOTO/Asep Fthulrahman/ss/mes/13

Wamena, aktual.com – Sekolah Dasar Pilimo di Distrik Yalengga, Kabupaten Jayawijaya, Papua hanya memiliki satu guru yang juga merangkap kepala sekolah.

Pemuda Distrik Yalengga Ilas Kenelak saat di Yalengga, Jumat (6/12), mengatakan SD itu memiliki tiga ruang kelas sehingga mereka minta penambahan guru.

“SD YPK Pilimo itu kepala sekolah yang mengajar dari kelas 1-3. Kami sudah sampaikan kepada bupati untuk ada ketegasan jika memang ada guru tetapi tidak mau mengajar. Kalau tidak ada, berarti perlu ada penambahan,” katanya.

Selain guru SD, masyarakat meminta tambahan bangunan SMA, karena selama ini para pelajar yang tinggal di Yalengga belum memiliki gedung.

“Adik-adik SMA masih menggunakan gedung SMP dan di sini juga kekurangan guru,” katanya.

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua minta kepala SD Pilimo merekrut putra daerah setempat untuk diangkat sebagai guru honorer.

Tiga guru honorer itu menurut Bupati bisa dibiayai melalui dana BOS dan ada juga dana dari Pemerintah Jayawijaya.

“Saya minta kepala sekolah berikan saya tiga nama anak-anak asli di Yalengga, untuk saya kasi honor dan mereka bantu di SD Pilimo. Harus anak-anak yang bisa bantu mengajar adik-adik mereka,” katanya. [Eko Priyanto]

(Zaenal Arifin)