Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar konferensi pers di Cikeas, Bogor, Rabu (2/11/2016). Dalam kesempatan itu SBY juga berbicara mengenai TPF Munir, kekayaan SBY dan rumah pemberian negara di Jakarta.

Jakarta, Aktual.com – Pergantian tahun 2016 ke 2017, semua pihak menaruh harapan besar untuk kehidupan yang akan datang menjadi lebih baik. Seperti Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY menuliskan refleksi akhir tahun lewat akun twitter-nya, @SBYudhoyono.

Dia mengajak, segala kejadian yang menimpa bangsa Indonesia tahun 2016 bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak. “Insya Allah, esok akan kita masuki tahun baru 2017. Semoga tahun baru ini membawa berkah.

Tahun 2016 amat dinamis dan penuh tantangan, baik bagi dunia maupun Indonesia,” ujar Presiden keenam itu lewat twitternya, Sabtu (31/12).

SBY pun mengajak semua pihak untuk memetik pelajaran pada tahun yang sudah dilewati itu. Terlebih, pada tahun 2016 Indonesia mendapatkan ujian baik politik, demokrasi dan sektor ekonomi serta sosial.

“Mari kita petik pelajarannya, agar tahun 2017 lebih baik.
Tahun ini Indonesia diuji, dari soal politik, demokrasi, ekonomi dan kesejahteraan rakyat, hingga ke kerukunan dan harmoni sosial.

Negara dan pemerintah diuji, penegak hukum diuji, media massa dan media sosial diuji, pemuka agama diuji, rakyat diuji dan Presiden pun diuji.”

SBY pun berpesan agar kedamaian di Indonesia tetap terjaga, kebahagian, rasa kasih dan persaudaraan dengan sesama selalu bersemi dalam hati. “Saya yakin saudara-saudara kita umat kristiani juga punya harapan dan cita-cita mulia. Indonesia makin damai, rukun dan sejahtera.”

Sementara bagi umat Islam yang tengah memperingati Maulid Nabi Muhammad, agar bisa contoh Rasul-nya bahwa Islam membawa keteduhan dan rahmat bagi semesta alam. “Menghadapi ujian kehidupan maraknya fitnah, intrik dan adu domba umat Islam mesti bisa meneladani sifat-sifat Rasulullah.”

“Ingat empat sifat mulia Nabi Muhammad sidiq (benar), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan) dan fathonah (cerdas).”

SBY pun mengajak agar semua pihak senan tiasa menjaga keempat sifat itu. ”
Mari senantiasa berpikir, bertindak cerdas dan sampaikan sesuatu dengan jujur, tepat dan benar, agar persoalan selesai dan tidak makin buruk.”

(Wisnu)