Buruh memproduksi tekstil di Pabrik Sritex, Sukoarjo, Jawa Tengah, Jumat (13/2). Dokter Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial UI Syahgandan Nainggolan mengatakan selain upah yang layak, kesejahteraan buruh juga dipengaruhi jaminan sosial dan kesejahteraan sosial. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A./ed/mes/15

Manado, aktual.com – Sebagian besar pekerja di Provinsi Sulawesi Utara merupakan tamatan sekolah menengah pertama (smp) ke bawah.

“Saat ini, sebagian besar pekerja di Sulut berpendidikan rendah yakni tamatan SMP ke bawah,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Dr Ateng Hartono di Manado, Kamis.

Sementara, katanya, untuk pekerja dengan pendidikan menengah SMA sederajat ada sekitar sepertiga dari total pekerja, dan persentase terkecil adalah mereka yang berpendidikan tinggi (Diploma/Sarjana).

Dalam setahun terakhir, katanya, persentase penduduk bekerja berpendidikan menengah dan tinggi masing-masing naik 0,58 poin dan 1,11 poin. Sementara persentase penduduk bekerja yang berpendidikan rendah turun 1,69 poin.

Sehingga, katanya, bisa terlihat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja.

TPT pada Agustus 2019 sebesar 6,25 persen, turun 0,61 poin dalam setahun terakhir. Dilihat dari tempat tinggalnya, TPT di perkotaan tercatat lebih tinggi dibanding di perdesaan.

Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, pada Agustus 2019, TPT baik di perkotaan maupun di perdesaan mengalami penurunan.

Hal ini kemungkinan didorong oleh adanya fenomena siklus 3 tahunan panen raya cengkih pada bulan Agustus 2019 yang banyak menyerap tenaga kerja terutama di sentra-sentra cengkih Sulawesi Utara.

Sementara dilihat dari tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan, pengangguran tertinggi adalah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tertinggi kedua adalah Sekolah Menengah Atas (SMA).

Dengan kata lain, katanya, ada penawaran tenaga kerja yang tidak terserap terutama pada tingkat pendidikan SMA dan SMK.

Mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa saja, dilihat dari TPT SD ke bawah terendah diantara semua tingkat pendidikan.

Dibandingkan kondisi setahun yang lalu, tingkat pengangguran terdidik (menengah ke atas) kelompok SMA dan SMK mengalami penurunan masing-masing sebesar 1,77 poin dan 1,67 poin. Sementara itu kelompok perguruan Tinggi justru mengalami kenaikan 2,40 poin

Jumlah angkatan kerja Sulawesi Utara pada Agustus 2019 tercatat sebanyak 1,21 juta orang dan yang bekerja ada 1,13 juta orang.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 63,87 persen, naik 0,86 poin dari Agustus 2018. Masih terdapat diskrepansi TPAK laki-laki dan perempuan, meskipun TPAK perempuan tercatat mengalami sedikit kenaikan (0,01 poin) dalam setahun terakhir.

Persentase penduduk yang bekerja di kegiatan informal ada sebanyak 616,60 ribu orang (54,49 persen), namun persentasenya menurun sebesar 0,84 poin dibanding Agustus 2018. [Eko Priyanto]

(Zaenal Arifin)