Bandung, aktual.com – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyatakan sebanyak 6.900 relawan Taruna Sigana Bencana (Tagana) dari Dinsos Jabar siap dan siaga membantu penanganan bencana banjir yang terjadi di wilayah ini pada awal tahun 2020.

“Untuk jangkauan beberapa lokasi sangat berat. Tapi, ada sekira 6.900 relawan Tagana yang siap memberikan bantuan dan terdepan saat terjadi bencana,” kata Sekretaris Dinsos Jabar Barnas Adjudin pada acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate Bandung, Jumat (3/1).

Saat inu para relawan Tagana Dinsos Jabar juga telah dikerahkan ke enam daerah Jabar berstatus tanggap bencana banjir dan longsor, yakni Kab. Bandung Barat, Kab. Bekasi, Kab. Bogor, Kab. Karawang, Kab. Indramayu, dan Kota Bekasi.

Adjudin mengatakan saat ini pihaknya telah mendirikan dapur umum, mengirim perahu karet dan mobil tangki, serta menyalurkan kebutuhan-kebutuhan dasar, seperti pakaian, susu bayi, dan telur di daerah yang tertimpa bencana banjir.

“Setelah itu, kita bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Jabar untuk mengatasi permasalahan kesehatan. Kita sudah terpadu dengan penanganannya. Yang jadi masalah itu ketika ada korba yang tidak melapor, sehingga dia tidak mendapat bantuan dan akses,” katanya.

Terbaru, kata Barnas, relawan Tagana dari Dinsos Jabar mendistribusikan sejumlah logistik ke daerah-daerah yang sulit diakses menggunakan motor dan jalan kaki.

Selain Dinsos Jabar, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jawa Barat bersama sejumlah instansi kemanusiaan, serta masyarakat bahu-membahu menangani dan memulihkan dampak bencana alam di enam daerah Jabar.

Biro Humas dan Keprotokolan (Biro Humaspro) Setda Provinsi Jabar misalnya, mendirikan Media Centre Siaga Bencana guna menyediakan informasi yang faktual dan aktual terkait kondisi daerah terdampak bencana alam.

Selain itu, keberadaan Media Centre Siaga Bencana pun dapat menangkal informasi bohong atau hoaks terkait bencana alam di Jabar yang kerap meresahkan masyarakat.

“Kami membuka media centre untuk kesiapsiagaan bencana. Nanti, di sini, teman-teman media atau wartawan akan mendapatkan data akurat dan teraktual dari rekan-rekan OPD terkait penanganan bencana dan kondisinya,” kata Hermansyah.

Menurut Hermansyah, Media Centre Siaga Bencana pun menerima dan meneruskan laporan masyarakat tentang kejadian bencana alam. Nantinya, petugas Media Centre Siaga Bencana bakal menghubungi OPD maupun instansi terkait untuk menindaklanjuti laporan masyarakat.

“Saya rasa masyarakat harus paham apa yang dilakukan ketika bencana terjadi, setidaknya ada channel atau kontak yang bisa dihubungi, dan mereka bisa menyampaikan apa yang sedang dialami,” katanya.

“Penanganan itu nanti bisa dilakukan daerah. Yang terpenting mereka (masyarakat) tersosialisasikan kontak yang bisa dihubungi saat terjadi bencana,” lanjut Hermansyah. (Eko Priyanto)

(Zaenal Arifin)