Suasana museum Bursa Efek Indoneaia (BEI) di Jakarta, Kamis (26/4). Kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang masih akan berlangsung hingga tahun depan serta imbal hasil surat utang AS yang menembus level psikologis menyebabkan pasar saham Asia meriang sepekan ini. IHSG turun 2,81% ke 5.909. IHSG menggenapi penurunan sepekan atau lima hari perdagangan berturut-turut. Kamis (26/4), Dalam lima hari penurunan, IHSG merosot 7,03%. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat dibuka melemah dipengaruhi sikap bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed) yang di luar perkiraan pasar.

IHSG BEI dibuka melemah 40,41 poin atau 0,63 persen menjadi 6.341,12. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak turun 9,85 poin atau 1,03 persen menjadi 1.005,25.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah mengatakan bahwa bursa saham di kawasan Asia dilanda koreksi seiring kekecewaan investor terhadap komentar Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang menghilangkan harapan terhadap pemotongan tingkat suku bunga lanjutan pada semester II 2019.

“Kekecewaan berasal dari pelaku pasar yang terlalu berharap terhadap keyakinan bahwa The Fed akan memangkas suku bunganya setidaknya dua kali sepanjang tahun 2019. The Fed tidak se-dovish perkiraan,” katanya, Jumat (2/8).

Kendati demikian, lanjut dia, hasil penilaian lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) terhadap perekonomian Indonesia dapat memberikan sentimen positif terhadap investasi di dalam negeri sehingga menahan pelemahan IHSG lebih dalam.

“Proyeksi pertumbuhan PDB berada di 5,2-5,3 persen dengan outlook positif yang didukung aktifitas konsumsi dalam negeri yang kuat,” paparnya.

(Abdul Hamid)