Suasana penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (8/11). Pada perdagangan hari ini berakhir memerah setelah kemarin berhasil mencetak rekor tertinggi. Bursa saham Tanah Air ditutup turun ke level 6.049,38 atau melemah 11,07 poin setara dengan 0,18%. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta pada Kamis bergerak melemah di tengah kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian ekonomi global.

IHSG dibuka melemah 22,39 poin atau 0,37 persen menjadi 6.033,02. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak turun 6,35 poin atau 0,67 persen menjadi 935,38.

“Ketidakpastian ekonomi global yang mengancam potensi gagal bayar utang perusahaan-perusahaan Indonesia serta bursa saham eksternal yang kembali jatuh kembali menjadi pemicu investor melakukan aksi lepas saham sehingga menekan IHSG,” kata Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Kamis (3/10).

Ketidakpastian global itu, lanjut dia, membuat pemerintah mengimbau setiap perusahaan di Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan agar mencegah risiko gagal bayar yang tinggi, sebab adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi di tengah krisis global.

“Pemerintah diharapkan terus melakukan monitoring secara terus menerus kepada para BUMN dalam upaya mencegah terjadinya gagal bayar, menyusul lembaga pemeringkat Moody’s yang menyatakan berbagai perusahaan di Indonesia dan negara Asia Pasifik berisiko gagal bayar,” katanya.

Ia menilai pernyataan yang dikeluarkan Moody’s itu dapat menjadi peringatan dini dan menjadikannya sebagai bahan pertimbangan bagi para pengambil keputusan di perusahaan untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap perubahan kondisi ekonomi.

(Abdul Hamid)