Rencana moratorium investasi semen mulai digaungkan Kementerian Perindustrian RI. Tujuannya agar pasokan semen bisa terjaga dari yang saat ini tengah meningkat. Namun, hal itu juga dianggap bisa merugikan pengembang dan calon pembeli rumah. Pasalnya, kebijakan itu nantinya dinilai berpotensi mengerek harga semen di pasaran.

Jakarta, Aktual.com – Penetapan Joko Widodo sebagai Presiden RI di periode kedua tinggal menunggu hari. Ada segudang persoalan, terutama menyangkut masalah ekonomi yang belum mampu dituntaskan pria yang karib disapa Jokowi di periode pertamanya.  Misalnya, utang luar negeri yang mencapai US$393,5 miliar. Kalau dirupiahkan sekitar Rp5.500 triliun (kurs Rp14.000/US$).

Menurut pengamat politik Ray Rangkuti, Presiden Jokowi harus cermat dalam memilih menteri yang punya komitmen kuat untuk menekan utang luar negeri.

“Bukan malah mempertahankan menteri yang berpaham neoliberal yang gemar berutang dengan bunga yang sangat tinggi,” katanya, Sabtu (19/10).

Selain itu, Jokowi juga perlu memiliki menteri di sektor ekonomi yang punya konsep serta teruji. Diharapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak stagnan di angka 5% seperti yang terjadi saat ini. Apalagi janji kampanye Jokowi adalah menggenjot perekonomian bisa merangsek ke level 7%.

“Saya melihat kriteria tersebut ada pada sosok ekonom senior Rizal Ramli. Dia mampu membuat ekonomi Indonesia tidak begini-begini saja,” paparnya.

“Dia punya jurus-jurus mumpuni dalam mencari cara keluar dari krisis. Dia tidak text book, sehingga ada peluang ekonomi tidak terdikte dan mampu tumbuh lebih pesat,” tambahnya.

(Abdul Hamid)