Jakarta, Aktual.com – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini akan diwarnai pelemahan lanjutan, mengingat sentimen positif dalam negeri nyaris tak ada.

Apalagi beberapa mata uang Asia juga mengalami depresiasi setelah adanya efek uji nuklir di perbatasan Korea Utara-Korea Selatan sebesar 10 kilo ton. Hal ini membuat won langsung melemah dan laju USD kian menguat. Sama juga terhadap yen dan rupiah.

“Jadi dari dalam negeri, belum adanya sentimen positif membuat laju rupiah rentan terhadap berbagai sentimen yang mendukung penguatan laju USD,” tegas analis PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, dalam daily analysis, Selasa (13/9).

Sebelumnya, kata Reza, adanya penguatan cadangan devisa Agustus 2016 yang dirilis pekan lalu dan meningkat US$ 2,1 miliar menjadi US$ 113,5 miliar dari sebelumnya US$ 111,4 miliar direspon positif pelaku pasar.

Namun demikian, menurut Reza, di awal pekan ini belum ada sentimen positif yang bisa mendongkrak laju rupiah kian perkasa.

“Pada perdagangan Selasa ini, rupiah akan menguji level support di rentang 13.126 dan level resisten di kisaran 13.069,” ungkap dia.

Untuk itu, lanjut dia, laju rupiah masih akan gagal melanjutkan penguatan setelah sempat terjadi di akhir pekan lalu.

“Adanya sentimen negatif yang datang dari Korea Utara membuat para pelaku pasar melakukan aksi profit taking, apalagi pergerakan rupiah juga menguat cukup tajam di pekan lalu,” tutur dia.

 

*Bustomi

Artikel ini ditulis oleh: