New York, Aktual.com – Seorang dokter yang kehilangan pekerjaan di rumah sakit New York City melepas tembakan secara membabi-buta pada Jumat (30/6) waktu setempat, menyebabkan seorang dokter terbunuh dan enam orang lainnya cidera, sebelum si pelaku akhirnya bunuh diri.

“Pelaku yang memakai jas lab warna putih berjalan ke lantai dua rumah sakit Bronx-Lebanon Hospital Center, di New York, kemudian berusaha menyulut api untuk membakar diri sebelum akhirnya polisi menemukan tubuhnya tergeletak dengan luka tembak,” kata Komisaris Polisi James O’Neill, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (1/7).

“Seorang dokter perempuan tertembak mati dan enam orang lainnya terluka, lima diantaranya luka parah, sedangkan yang seorang tertembak di kaki,” tambahnya.

Mayor Bill de Blasio mengatakan bahwa penembakan tersebut sepertinya berhubungan dengan “persoalan di tempat kerja” dan bukan aksi terorisme.

“Seorang dokter meninggal dan beberapa dokter lainnya sedang bertaruh nyawa akibat luka yang mereka alami,” kata de Blasio kepada wartawan.

“Situasi mencekam terjadi di tempat yang biasanya menjadi tujuan orang untuk mendapat perawatan dan kenyamanan.” O’Neill mengatakan bahwa pria bersenjata itu membawa senjata api yang bisa membunuh.

Baik polisi maupun sang mayor belum mengungkapkan jati diri pelaku dan para korban.

O’Neill menjelaskan bahwa pria bersenjata itu bekas karyawan di rumah sakit 972.

 

Ant.

()