Washington, Aktual.com – Enam serangan udara yang dilancarkan militer Amerika Serikat terhadap markas kelompok ISIS di Libya menewaskan 17 pemberontak dan menghancurkan tiga kendaraan.

Sejumlah serangan tersebut merupakan yang pertama kalinya dilancarkan AS di Libya, sejak Donald Trump mulai menjabat sebagai Presiden AS pada Januari.

Komando AS di Afrika mengatakan, serangan itu menyasar sebuah markas yang berjarak sekitar 240 kilometer sebelah tenggara Sirte, sebuah kota yang dulunya adalah kubu besar kelompok ISIS di Libya.

Markas tersebut digunakan untuk memindahkan arus petempur masuk dan keluar dari Libya, merencanakan serangan dan menyimpan senjata.

“ISIS dan al-Qaeda telah mengambil keuntungan dari kantong kantong wilayah yang tidak dikelola di Libya untuk mendirikan tempat-tempat persembunyian yang berfungsi untuk merencanakan dan mengarahkan serangan teror,” kata komandan itu seperti yang dilansir Reuters, Senin (25/9).

(Wisnu)